KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk membangkitkan investasi properti, salah satu perusahaan plat merah yakni PT Sarana Multigriya Finansial ditunjuk sebagai pelaksana investasi dan memberikan bantuan renovasi rumah-rumah yang akan dijadikan homestay lewat kerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo menjelaskan, dalam hal ini peran SMF dalam sistem pembiayaan perumahan di Indonesia yakni perusahaan pembiayaan sekunder perumahan (PPSP), dimana SMF tidak bisa langsung masuk kepada konsumen tetapi harus melalui penyalur Kredit Pemilik Rumah (KPR) ialah perbankan. “Terdapat 2 cara pembiayaan yakni pembiayaan primer perumahan dan pembiayaan sekunder perumahan,” kata dia dalam siaran virtual, Rabu (14/7).
Baca Juga: Tingkatkan kualitas SDM, Bank Mandiri perkuat fungsi Corporate University Ananta menjelaskan, akumulasi penyaluran dana modal SMF untuk saat ini mencapai Rp 69,15 triliun. Yang terdiri dari akumulasi penyaluran pinjaman sebesar Rp 56,20 triliun, dari akumulasi transaksi sekuritas sebesar Rp 12,78 triliun dan dari akumulasi pembelian KPR sebesar Rp 156 miliar. “Kemudian dari akumulasi aliran dana kepada penyalur KPR dibandingkan modal disetor SMF kurang lebih 9,23 kali,” jelasnya. Untuk menjawab issue yang terdapat di bidang properti rumah saat ini Ananta mengatakan, terdapat tantangan penyediaan pembiayaan perumahan di tengah pandemi covid-19. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan bahwa untuk Triwulan III-2021, PDB Indonesia hanya bertumbuh sebesar 4,3% dan pada Triwulan sebelumnya PDB Indonesia mampu tumbuh hingga 7%. Implikasi dari perlambatan proses pemulihan ekonomi terdampak pada sektor perumahan yang menyebabkan pengembang memilih untuk lebih berfokus pada penjualan stok rumah yang belum terjual. Kedua, konsumen memilih untuk menahan melakukan konsumsi, terlihat dari indeks penjualan ritel sebesar 12,91% (YoY) mengalami penurunan dan dana pihak ketiga yang terhimpun di bank mengalami kenaikan. Ketiga, perbankan dengan besarnya dana pihak ketiga yang terhimpun dan pemulihan ekonomi yang terhambat menyebabkan kesulitan bagi bank untuk menyalurkan KPR “Apabila terjadi penyaluran KPR, maka bank akan sangat berhati-hati dalam penyalurannya,” ungkapnya.