Begini Rekomendasi Saham Indocement (INTP) yang Dibayangi Oversupply



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada kuartal II-2026 diperkirakan masih terbatas, seiring belum kuatnya katalis pemulihan di tengah tekanan biaya dan permintaan.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno menilai kinerja INTP pada kuartal II-2026 masih bergantung pada hasil kuartal I sebagai baseline fundamental

"Dengan tren saham yang masih melemah, potensi pemulihan jangka pendek relatif terbatas tanpa katalis yang kuat," ujar Sukarno kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).


Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati tensi geopolitik global, pergerakan harga energi terutama batubara dan minyak serta nilai tukar rupiah yang berpengaruh langsung terhadap biaya produksi dan margin.

Baca Juga: Ancaman Perang Mereda: Dolar AS Jatuh, Aset Ini Melonjak Tajam!

Di sisi industri, tantangan utama justru berasal dari kondisi oversupply semen nasional yang belum terserap optimal, permintaan konstruksi yang belum solid, dan persaingan harga yang ketat.

Senada, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai prospek INTP pada kuartal II-2026 cenderung moderat.

Menurut dia, arah kinerja ke depan juga akan dipengaruhi oleh kecepatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun demikian, Wafi menilai INTP masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari kelebihan pasokan di industri semen, kompetisi harga, hingga tingkat suku bunga yang relatif tinggi yang berpotensi menekan permintaan dari sektor properti ritel.

 
INTP Chart by TradingView

Wafi merekomendasikan saham beli untuk INTP dengan target harga Rp 7.500 per saham. Sedangkan, Sukarno rekomendasi hold untuk saham INTP dengan target harga Rp 5.400 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News