KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan, turun 60,21 poin atau ambles 0,86% pada perdagangan kemarin (14/1). Membawa IHSG kembali ke bawah level 7.000, tepatnya di 6.956,66 sebagai titik awal perdagangan hari ini, Rabu (15/1). Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati mayoritas saham-saham blue chip khususnya perbankan berkapitalisasi besar sudah memasuki oversold area. Terkait prospek sektor ini, pasar lantas akan mencermati pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (15/1). "RDG BI diperkirakan menahan suku bunga acuan di 6%, namun pasar menantikan pandangan BI ke depan dalam pengumuman hasil RDG BI tersebut," ungkap Valdy dalam riset yang disiarkan Rabu (15/1).
Pasar juga mengantisipasi realisasi pertumbuhan kredit dari Sektor Perbankan Indonesia (SPI) di Desember 2024. Menariknya, SPI konsisten catatkan pertumbuhan kredit double digit sepanjang Januari-November 2024, meskipun suku bunga acuan tinggi dan dibayangi risiko ketidakpastian. Valdy mengamati, terdapat peluang bahwa penurunan harga saham bank-bank berkapitaliasi besar tersebut sudah merefleksikan sejumlah isu yang dikhawatirkan berdampak negatif ke kinerja bank diantaranya kebijakan hapus tagih dalam PP No. 47 tahun 2024, serta wacana kewajiban bank dan lembaga non keuangan untuk mendanai proyek hilirisasi. Baca Juga: Ini Rekomendasi Saham Migas Pilihan di Tengah Harga Minyak yang Memanas di Awal 2025 Sementara itu, Praktisi Pasar Modal & Founder WH Project William Hartanto mengamati panic selling masih berlanjut dengan pelemahan IHSG menembus level 7.000 yang pertama pada awal tahun 2025. Pelemahan IHSG masih bisa berlanjut dengan sejumlah faktor utama. Mulai dari tekanan net sell investor asing, kejatuhan saham-saham big caps, pelemahan rupiah, serta nilai transaksi harian yang melonjak justru saat IHSG melemah sebagai indikasi panic selling. Secara teknikal, demand zone IHSG pada 6.962 – 7.000 sudah ditembus. "Ini mengindikasikan bahwa IHSG sudah tidak terukur secara teknikal dan masih belum mencapai fase jenuh jual sama sekali. Namun pada perdagangan hari ini, ada peluang di mana IHSG akan menguji level 7.000," terang William. Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menambahkan, selama di bawah garis MA5, maka secara teknikal IHSG berpeluang untuk kembali melemah dan menguji level terendahnya di Desember 2024. "Namun jika mampu kembali breakout garis MA5 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20," terang William. Wafi memprediksi rentang pergerakan IHSG saat ini berada dikisaran 7.000 hingga 7.200. Valdy mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai support terdekat di 6.950. Secara teknikal, IHSG mulai memasuki oversold area bersamaan dengan pelemahan pada perdagangan kemarin. Dus, IHSG berpeluang bottoming pada kisaran 6.900 - 6.950, dengan resistance di 7.050 dan pivot di 7.000. Sedangkan William memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed dalam rentang 6.931 – 7000. Baca Juga: IHSG Melorot ke Bawah 7.000, Intip Saham-Saham yang Masih Menyokong IHSG Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat secara teknikal IHSG masih berpotensi melemah, namun secara terbatas. Cermati support dan resistance pada level 6.900 – 7.110. Berikut rekomendasi saham pilihan sejumlah analis untuk perdagangan Rabu (15/1): Rekomendasi dari Pilarmas Investindo Sekuritas 1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- Harga terakhir: Rp 440
- Support: Rp 412
- Resistance: Rp 450
- Target harga: Rp 448.
- Harga terakhir: Rp 1.905
- Support: Rp 1.790
- Resistance: Rp 2.000
- Target harga: Rp 1.995.
- Harga terakhir: Rp 865
- Support: Rp 845
- Resistance: Rp 885
- Target harga: Rp 880.
SRTG Chart by TradingView
- Rekomendasi: buy on weakness
- Support: Rp 1.150
- Resistance: Rp 1.280.
- Rekomendasi: sell on strength
- Support: Rp 965
- Resistance: Rp 1.030.
- Rekomendasi: buy
- Support: Rp 173
- Resistance: Rp 196.
- Rekomendasi: buy
- Support: Rp 1.665
- Resistance: Rp 1.825.
- AADI terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA20 dengan volume rendah. Selama diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya.
- Buy area disekitar Rp 8.350 dengan target jual di Rp 9.600 hingga Rp 11.375. Cut loss di Rp 7.675.
- MBMA terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA5 disertai volume. Selama di atas garis MA5 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20-nya
- Buy area di sekitar Rp 428 dengan target jual di Rp 480 hingga Rp 540. Cut loss di Rp 410.
- INCO terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA20 disertai volume. Selama diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan breakout resistance garis MA50.
- Buy area disekitar Rp 3.620 dengan target jual di Rp 3.850 hingga Rp 3.990. Cut loss di Rp 3.510.
- EMTK terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume. Selama di atas garis MA50 maka berpeluang untuk kembali rebound dan breakout resistance garis MA20
- Buy area di sekitar Rp 525 dengan target jual di Rp 585 hingga Rp 625. Cut loss di Rp 500.