Begini Rekomendasi Saham Unilever (UNVR) Usai Raih Kinerja Moncer per September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil mencetak kinerja moncer hingga kuartal III-2026. Di mana, pendapatan dan laba bersih UNVR melonjak di periode Januari-September 2026. 

Berdasarkan kinerja keuangannya, penjualan UNVR pada sembilan bulan pertama 2026 meningkat 7,2% menjadi Rp 25,8 triliun, sementara laba dari operasi berkelanjutan tumbuh 10,6%, melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut.

Adapun, laba bersih UNVR berhasil melonjak 25,96% menjadi Rp 4,2 triliun. Sekedar mengingatkan, laba bersih UNVR di Januari-September 2025 sebesar Rp 3,34 triliun. 


Baca Juga: BEI Keluarkan Saham HSC dan Papan Akselerasi dari IHSG, Mampukan Meyakinkan MSCI?

Presiden Direktur UNVR Benjie Yap mengatakan, kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan yang merata di berbagai unit bisnis dan saluran penjualan, peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta investasi yang disiplin pada strategi prioritas perseroan.

Benjie mengungkapkan, kinerja kuartal III-2026 UNVR menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam membangun bisnis yang lebih kuat.

Selain itu, UNVR mencatat pertumbuhan volume selama lima kuartal berturut-turut, dengan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut.

"Pertumbuhan ini terjadi secara merata di seluruh portofolio kami dan mencerminkan peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta penguatan merek-merek kami," kata Benjie dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Di luar capaian kuartal ini, UNVR terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan lebih banyak merek yang lebih 'SASSY', portofolio yang semakin premium, serta penguatan bisnis digital. 

Baca Juga: OJK Catat 5 Insiden Aset Kripto, Waspadai Penipuan Berkedok Customer Support

"Didukung oleh eksekusi yang semakin kuat, transformasi biaya yang struktural, dan budaya kerja yang unggul, berbagai upaya tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pertumbuhan kami, tetapi juga memperkuat kemampuan perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan secara berkelanjutan," tambah Benjie.

Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menerangkan, kinerja UNVR menunjukkan perbaikan, tetapi kenaikan laba bersih 25,9% menjadi Rp 4,20 triliun belum sepenuhnya mencerminkan penguatan operasional karena masih ditopang laba Rp870,27 miliar dari penjualan operasi yang dihentikan. 

"Pertumbuhan penjualan dan efisiensi perlu menjadi indikator utama untuk mengukur kualitas pemulihan laba. Jadi, hasil ini positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan pemulihan bisnis sudah solid," ujar Elandry kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).

Hingga akhir 2026 dan sepanjang 2027, Elandry memproyeksi UNVR akan ditentukan oleh konsistensi pertumbuhan penjualan inti, daya beli masyarakat, efisiensi biaya, dan kemampuan menjaga margin di tengah persaingan.

Jika konsumsi rumah tangga membaik dan strategi bisnis berjalan efektif, kinerja berpeluang berlanjut positif. Namun, tekanan daya beli serta kenaikan biaya bahan baku dan distribusi masih menjadi risiko yang perlu dicermati.

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Berencana Buyback Saham, Begini Prospeknya

Dari sisi rekomendasi saham, Elandry menyarankan akumulasi bertahap dengan target harga indikatif Rp1.800–Rp 2.000 untuk jangka panjang. 

Target tersebut masih berupa proyeksi awal dan perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan kinerja keuangan serta keberlanjutan pemulihan bisnis. Investor tetap perlu mencermati pertumbuhan laba operasional agar potensi kenaikan harga didukung fundamental yang lebih solid, bukan hanya momentum pasar.

Saham UNVR pun ditutup menguat 3,28% ke level Rp 1.415 per saham pada Kamis (22/10/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News