Begini Rencana Ekspansi Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Usai Melantai di Bursa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) berencana melebarkan sayapnya di luar negeri. Saat ini SMLE sedang mengkaji potensi bisnis di beberapa negara di kawasan Asia. 

Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min menjelaskan saat ini SMLE masih fokus untuk menyediakan kebutuhan bahan baku kimia khusus di pasar Indonesia dan akan memperkokoh pangsa pasar dalam negeri. 

Selain itu, SMLE juga memiliki rencana untuk ekspansi ke luar negeri. Sui mengatakan pihaknya sudah membuat feasibility study atau studi kelayakan untuk menyasar dua negara di Asia. 


Baca Juga: Kantongi 5.000 Proyek, Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Incar Pendapatan Naik 50%.

"Harapannya bisa direalisasikan pada akhir 2024 karena kemungkinan di kuartal dua atau tiga pabriknya akan dibangun," Kata Siu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/1). 

Namun dia menegaskan semua rencana ekspansi ini masih dalam tahap studi kelayakan. SMLE masih mengkaji apakah membuka perusahaan anyar di luar Indonesia atau membentuk joint venture. 

Adapun SMLE menawarkan 465,62 juta saham dalam penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO. 

Sinergi Multi Lestarindo memasang mematok harga IPO Rp 175. Ini merupakan batas bawah dari harga masa penawaran awal alias bookbuilding di rentang Rp 175–Rp 190. 

SMLE berhasil meraup dana segar Rp 81,48 miliar dalam jahatan IPO ini. Rencananya, suntikan dana itu akan digunakan untuk tiga hal utama dan berkaitan dengan ekspansi bisnis. 

Baca Juga: Raup Rp 81,4 Miliar, Simak Penggunaan Dana IPO Sinergi Multi Lestarindo (SMLE)

Pertama, sekitar Rp 6 miliar akan digunakan untuk pembelian satu gudang khusus bahan baku yang peruntukannya terbagi menjadi tiga bagian gudang. 

Kedua, sekitar Rp 3,4 miliar bakal dipakai untuk pengembangkan lab Research & Development untuk menghasilkan prototipe dan formulasi yang lebih cepat dan variatif.  

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, berupa pembelian bahan baku untuk unit bisnis food ingredients, personal care dan cosmetics ingredients, serta industrial chemical ingredients. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi