Begini Rencana Ekspansi WIKA Gedung (WEGE) di Tahun 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mengaku masih menyusun rencana dan target ekspansi di tahun 2024.

Sekretaris Perusahaan WEGE, Purba Yudha Tama mengatakan, tahun 2024 adalah tahun politik. Untuk sektor konstruksi, secara historis, akan berjalan lebih lambat. Sebab, investor dan pemilik proyek masih akan wait and see.

“Sehingga, untuk tahun 2024 ini strateginya lebih untuk konsolidasi internal di dalam tubuh WEGE,” ujar dia dalam konferensi pers usai paparan publik, Rabu (29/11).


Kata Purba, WEGE saat ini masih dalam proses penyusunan pedoman untuk target-target kinerja di tahun 2024. WEGE akan merilis target-target kinerja tahun 2024 di awal tahun nanti.

Baca Juga: Wika Bangunan Gedung (WEGE) Genggam Kontrak Baru Rp 3,13 Triliun

Pemegang saham biasanya memberikan aspirasi bahwa pertumbuhan pendapatan WEGE harus bisa di kisaran 10%. “Namun, kami akan lihat dari evaluasi divisi dan operasi untuk target tahun 2024, mengingat kondisi tahun depan adalah tahun politik,” paparnya.

Purba menyampaikan, dampak dari pandemi Covid-19 masih berimbas ke kinerja WEGE hingga saat ini. Sebab, bisnis WEGE adalah bisnis kontraktor yang sangat tergantung dari kemampuan dan pembiayaan pemilik proyek.

“Sehingga, apa yang terjadi dari sisi makro pasti akan berimbas ke perusahaan jasa konstruksi,” paparnya.

Baca Juga: Ini Kontribusi Utama Wika Gedung (WEGE) Sepanjang Semester I 2023

Purba mengatakan, ketergantungan WEGE ke PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Grup sangat kecil. Meskipun begitu, masih ada beberapa aksi korporasi di internal WIKA Grup yang secara langsung dan tidak langsung berimbas ke WEGE.

“Bisa dibilang kita adalah anak perusahaan yang cukup mandiri, sehingga apa yang terjadi di WIKA Grup secara bisnis tidak ada imbas langsung,” papar dia.

WEGE mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp3 ,3 triliun hingga Oktober 2023. Raihan kontrak tersebut mayoritas didapat dari proyek pemerintah.

Secara rinci, kontrak dari proyek pemerintah sebesar 84,67% atau sekitar Rp 2,79 triliun. Kemudian disusul dari proyek swasta sebesar 10,26% atau sekitar Rp 340 miliar miliar dan dari BUMN sebesar 5,07% atau sekitar Rp 170 miliar.

“Raihan kontrak baru juga masih di dominasi dari pihak eksternal di luar WIKA Grup sebesar 99,96%, ” ujar Purba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati