Begini strategi BNI tingkatkan kinerja tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah berhasil membukukan kinerja positif pada akhir tahun lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yakin pertumbuhan tahun ini tak kalah moncer.

Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba di kisaran 12% sampai 15% secara tahunan.

Memakai asumsi tersebut, BNI setidaknya mengincar perolehan laba sebesar Rp 14,6 triliun hingga Rp 15,26 triliun tahun ini. Asal tahu saja, tahun lalu BNI berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih (bank only) mencapai 21,08% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 13,04 triliun.


Bob menjelaskan, pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi kredit dan dana pihak ketiga (DPK) perseroan dapat tumbuh di level 15% hingga 18%.

Pada akhir tahun 2017, BNI membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp 417,15 triliun. Jumlah ini tercatat naik sebesar 11,95% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 372,62 triliun.

Bank berlogo 46 ini menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pihaknya sudah mencanangkan beberapa strategi. Antara lain, BNI akan lebih selektif dalam penyaluran kredit yakni fokus pada peningkatan bisnis korporasi terutama kementerian, institusi, BUMN.

"Segmen menengah difokuskan pada industri prioritas sesuai daerah, segmen kecil optimalisasi supply chain financing dan mendukung program pemerintah," kata Bob kepada Kontan.co.id, Kamis (8/3).

Tak hanya itu, perseroan juga tengah menggenjot penerapan perbankan digital guna menjaga efisiensi bisnis. Bob menuturkan, hal ini dilakukan guna mendorong peningkatan DPK terutama dana murah atau CASA dengan model bisnis digital pada closed loop transaction dan optimalisasi transaksi nasabah.

Selain kedua strategi itu, BNI juga akan memperkuat penetrasi pasar, sinergi anak usaha, pengembangan digital dan pertumbuhan anorganik di tahun ini.

Tak hanya dari segi kredit, DPK dan laba saja yang dipatok tinggi. Bank berlogo 46 ini juga menarget rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terjaga di kisaran 2% dengan maksimal 3%.

Asal tahu saja, tahun lalu BNI berhasil menekan rasio NPL dari level 2,9% di akhir 2016 menjadi 2,3% per akhir 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sofyan Hidayat