Begini strategi Buyung Poetra Sembada (HOKI) menggenjot kinerja tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kasus Covid-19 yang meningkat, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) masih optimis jika tahun ini akan mencatat kinerja lebih baik dari tahun lalu.

Budiman Susilo Direktur HOKI menjelaskan jika pihaknya melancarkan strategi meningkatkan penjualan via online.

"Adanya peningkatan kasus Covid-19 kembali ini tentu menjadi tantangan dari berbagai pihak. Adanya pembatasan sosial dan penutupan berbagai tempat menjadi tantangan bagi para pelaku usaha. Namun, HOKI menyiasatinya dengan meningkatkan penjualan online kami, yang mana penjualan via online HOKI semakin meningkat," jelasnya kepada Kontan, Jumat (8/7).


Ia melanjutkan, selama 3 bulan pertama tahun 2021 lalu, HOKI mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan via online melalui berbagai platform lebih dari lima kali lipat dan mencapai Rp5,2 miliar dari Rp900 juta. HOKI sendiri sudah menjual produk melalui online di berbagai marketplace, seperti JD ID, Shopee, PangananDotcom, Blibli, Sayur Box, Segari, dan sebagainya.

Budiman berkata, saat ini kontribusi penjualan online memang masih belum signifikan, akan tetapi di masa pandemi ini penjualan online HOKI memiliki pertumbuhannya signifikan dan akan terus dikembangkan.

Baca Juga: Hingga kuartal I 2021, Buyung Poetra (HOKI) sudah serap capex sebesar 50%

Di sisi lain, HOKI juga mencatat adanya pergeseran kontribusi penjualan yang lebih banyak ke pasar modern karena dianggap lebih aman untuk berbelanja di masa pandemi ini. "Pada Kuartal I 2021 penjualan channel modern-trade HOKI, yaitu sebesar 51,85% terhadap total penjualan diikuti oleh pasar tradisional sebesar 16,39%, dan lainnya sebesar 31,76%," ungkapnya.

HOKI menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10-15% tahun ini. Pihaknya sendiri melihat peluang yang ada melalui strategi-strategi yang akan dijalankan pada tahun ini. "Diharapkan kondisi pandemi Covid-19 dan perekonomian cepat pulih kembali," tutup Budiman.

Pada kuartal I 2021 sendiri, HOKI membukukan penjualan neto sebesar Rp 240,73 miliar atau merosot 46,55% (yoy) dibandingkan penjualan neto perusahaan di kuartal I 2020 sebesar Rp 450,42 miliar.

Mayoritas penjualan neto HOKI berasal dari segmen bisnis beras sebesar Rp 244,88 miliar pada kuartal I-2021. Di periode yang sama, HOKI juga mencatatkan retur dan potongan penjualan sebesar Rp 7,74 miliar. HOKI juga memperoleh pendapatan dari sewa pembangkit listrik sebesar Rp 3,60 miliar.

 
HOKI Chart by TradingView

Di kuartal I-2020, HOKI memiliki beban pokok penjualan sebesar Rp 405,31 miliar, hal ini berimbas pada laba bruto HOKI yang turun 31,30% (yoy) dari Rp 45,11 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp 30,99 miliar pada kuartal I-2021.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk HOKI berada di level Rp 7 miliar. Angka ini berkurang 52,28% (yoy) dibandingkan laba bersih HOKI di periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 14,67 miliar.

HOKI memiliki total aset sebanyak Rp 935,33 miliar pada kuartal I-2021 atau naik 3,13% dibandingkan total aset perusahaan di akhir tahun 2020 sebesar RP 935,33 miliar. Hingga akhir kuartal I-2021, HOKI memiliki total liabilitas sebesar Rp 265,91 miliar. Di saat yang sama, emiten ini memiliki total ekuitas sebanyak Rp 669,41 miliar.

Selanjutnya: Di tengah pandemi, Buyung Poetra Sembada (HOKI) tebar dividen 25% dari laba 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .