Begini Strategi Dos Ni Roha (ZBRA) Capai Pertumbuhan Bisnis Dua Digit Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), yang saat ini sudah berganti nama menjadi PT Dos Ni Roha Indonesia Tbk, membidik pertumbuhan bisnis yang positif pada tahun 2022. Manajemen perusahaan berharap, kinerja ZBRA baik dari sisi top line maupun bottom line, dapat bertumbuh masing-masing sebesar dua digit. 

"Tahun ini, walaupun banyak sektor menghadapi tantangan yang besar, PT Dos Ni Roha Indonesia  masih memiliki aktivitas-aktivitas yang justru berkembang di masa pandemi ini," ungkap Direktur PT Dos Ni Roha, Gary Tanoesoedibjo, kepada Kontan.co.id, Kamis (3/3). 

Untuk mencapai target bisnis tersebut, Dos Ni Roha pun telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis di tahun ini.  Gary menyampaikan, tak lama lagi, ZBRA akan segera meluncurkan digital marketplace untuk sektor bisnis transportasi bernama D'PORT. 


Nantinya, di platform marketplace tersebut, para perusahaan angkutan yang memiliki kapasitas lebih, dapat menawarkan jasanya pada platform D'PORT. Di sisi lain, para pengguna jasa juga bisa mengunggah kebutuhannya di platform yang sama. "Di platform kami itulah mereka akan berinteraksi dan bertransaksi," kata Gary. 

Baca Juga: Penjualan Mulia Boga Raya (KEJU) Tumbuh 8,43% pada 2021

Dia melanjutkan, satu bulan yang lalu, ZBRA juga baru saja merilis Enovid, alat semprot hidung yang mampu mengatasi infeksi saluran pernapasan atas, yang disebabkan oleh jenis-jenis mikroba apapun. Aktivitas ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mengembangkan sektor distribusi online

"Ini sudah dibuktikan dengan keberhasilan uji klinis sampai tahap tiga yang diselesaikan pada akhir Februari yang lalu di India," ujarnya. 

Sementara dari sektor logistik, 3PL, dan 4PL, lanjut dia, ZBRA senantiasa akan terus berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan logistik yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha. 

"Sampai saat ini, kami sudah membantu pemerintah dalam pendistribusian bantuan sosial beras sebanyak lebih dari 400 juta kg beras, di 15 provinsi, termasuk seluruh Papua, Papua Barat, dan Sulawesi sampai ke tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau," jelasnya.

Terkait alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex), Gary hanya mengatakan bahwa pihaknya tidak mengalokasikan belanja capex yang besar tahun ini. Sebab, ZBRA ingin pengembangan bisnisnya dilaksanakan dengan strategi light asset, sehingga segala kebutuhan yang memerlukan infrastruktur fisik, sebisa mungkin dilaksanakan dengan kerja sama pihak ketiga. 

Baca Juga: Adaro Energy Indonesia (ADRO) Catat Pertumbuhan Pendapatan hingga 58% Sepanjang 2021

"Sebagai Contoh, iPanganandotcom yang bekerjasama dengan Bulog dalam penggunaan gudang-gudang mereka di seluruh Indonesia untuk penyimpanan inventori dari bahan makanan yang dijual," jelas Gary. 

Sebagai informasi, iPanganandotcom merupakan platform digital yang dirancang khusus untuk masyarakat berbelanja kebutuhan pangan dengan hanya genggaman tangan.

Pihaknya meyakini bahwa kolaborasi dengan BULOG, yang merupakan perusahaan logistik pangan yang memiliki banyak gudang yang tersebar diseluruh Indonesia, dapat membuat bisnis ini berkembang lebih besar lagi ke depannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi