KONTAN.CO.ID
- JAKARTA. Produsen makanan ringan (snack) Tays Bakers, PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) menyiasati kenaikan harga kemasan plastik dengan sejumlah strategi. Corporate Secretary Jaya Swarasa Agung, Dinna Afrianti, mengatakan, perusahaan tak punya pilihan selain harus segera merespons perubahan akibat kelangkaan plastik saat ini imbas konflik Timur Tengah. “Kenaikan harga plastik adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dan harus dilakukan, tetapi kami tidak ingin kehilangan konsumen,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Harga Plastik Naik 40%, Produsen Snack Mulai Putar Strategi Menghadapi hal ini, alih-alih mengerek harga jual, TAYS melakukan penyesuaian gramasi dan kemasan. Dengan begitu, harga produk masih dapat dijangkau oleh konsumen. Dinna mengungkap, di kanal modern, TAYS juga melakukan diversifikasi kemasan dan daya tarik produk untuk tetap menarik pembeli. “Kami masih melakukan eksplorasi untuk keputusan strategi final dalam merespons perubahan pasar ke depan, karena berhubungan dengan investasi,” jelasnya. Dinna mencermati, kenaikan harga bahan baku lainnya juga memengaruhi penjualan makanan ringan. Pasalnya, kenaikan biaya logistik mengakibatkan efek domino pada sejumlah bahan baku. “Dari para vendor logistik, terjadinya kenaikan sudah dimulai dari sejak minggu pertama April 2026 ini,” katanya. Menurut Dinna, meskipun harga BBM di domestik belum naik secara keseluruhan, tetapi informasi penyesuaian harga sudah diberikan oleh masing-masing vendor logistik pengiriman darat dan laut.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Lirik Kemasan Berbahan Kertas Akibatnya, Dinna mengungkap kenaikan harga bahan baku yang langsung terasa ialah pada harga minyak dan gula. Di sisi lain, TAYS masih optimistis di kuartal kedua ini lantaran adanya efek dari Lebaran, kemampuan beli konsumen yang berkolerasi dengan lapangan kerja, dan lainnya. Meskipun memang, pada tahun ini, TAYS mengaku menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dalam merespons pasar. “Perusahaan kami banyak melakukan penyesuaian pendekatan, sehingga menjadi just in time (JIT) production,” jelas Dinna. Hal ini dilakukan TAYS dengan memilih prioritas fokus penjualan di area tertentu dengan stok yang tidak berlebihan. Dengan begitu, TAYS mampu menjaga permintaan dan pasokan, baik di pasar maupun distributor.
Baca Juga: Industri Plastik Tertekan Gejolak Global, FLAIPHI Beberkan Strategi Bertahan Secara keseluruhan, Dinna memandang kuartal II-2026 ini akan diwarnai realisasi atas kenaikan harga riil dari para pemasok
dan pelaku logistik. “Sehingga, permintaan atas penyesuaian di pabrik kemasan akan meningkat di periode ini. Kami, Tays Bakers pun, akan melakukan realisasi perubahan di kuartal kedua ini,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News