KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun lalu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah(UMKM) menjadi salah satu sektor yang kinerjanya loyo. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk pembenahan. Data sementara Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga akhir tahun 2025 lalu kredit UMKM terkoreksi 0,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Padahal, kredit industri perbankan masih berhasil tumbuh 9,3% yoy. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengakui, dengan realisasi tersebut, segmen UMKM perlu menjadi fokus semua pihak. Maka dari itu, OJK berkomitmen menyediakan akses pembiayaan dan melakukan pendampingan agar UMKM di Indonesia dapat lebih berkembang.
Begini Strategi OJK Dorong Kredit UMKM yang Lesu
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun lalu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah(UMKM) menjadi salah satu sektor yang kinerjanya loyo. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk pembenahan. Data sementara Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga akhir tahun 2025 lalu kredit UMKM terkoreksi 0,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Padahal, kredit industri perbankan masih berhasil tumbuh 9,3% yoy. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengakui, dengan realisasi tersebut, segmen UMKM perlu menjadi fokus semua pihak. Maka dari itu, OJK berkomitmen menyediakan akses pembiayaan dan melakukan pendampingan agar UMKM di Indonesia dapat lebih berkembang.