Begini strategi produsen saus Sasa meningkatkan penjualan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain terkenal dengan produk penyedap rasa, PT Sasa Inti juga memproduksi saus yang telah merambah ke 28 negara.

Chief Executive Officer Sasa Inti Rudolf Tjandra mengklaim, produk sausnya stabil dan terus bertumbuh seiring dengan kondisi industri saus yang bertumbuh satu digit.

"Pertumbuhan tergantung pada pertumbuhan GDP, apalagi private consumption penggerak ekonomi di Indonesia," ungkap Rudolf ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (29/8). 


Jika dibandingkan dengan produk lainnya, kontribusi Sasa memang masih kecil, hanya 10% terhadap total pendapatan. Salah satu faktor yang menekan adalah pasar saus tomat yang sejauh ini dinilai belum terlalu besar di Indonesia karena hanya sebagai pelengkap saja.

Baca Juga: Sasa: Pasar MSG masih stabil di tahun 2019

Asal tahu saja, PT Sasa Inti memiliki beberapa produk lain seperti penyedap rasa, tepung bumbu, santan, dan mayonaise. Sementara untuk produk sausnya, Sasa memiliki tiga varian yakni saus tomat, saus sambal ekstra pedas, dan saus sambal.

Walaupun kontribusinya terhadap penjualan belum signifikan, Sasa Inti berharap ke depannya penjualan saus Sasa akan meningkat. Strateginya, dengan pemilihan raw materials terbaik.

Selain itu, Sasa Inti memiliki Sasa laboratorium di Slipi yang siap menciptakan produk-produk Sasa. Adapun produksi Sasa didorong dengan survei dan feedback yang dilakukan secara konstan melalui Sasa demo cooking class.

Baca Juga: Menjajal peluang jos dari kentang goreng Kitatos

Tidak lupa, Sasa terus memperkuat pemasaran dengan memanfaatkan public figure seperti putri Indonesia dalam program cooking class Sasa. 

"Tantangannya, bagaimana terus meyakinkan konsumen bahwa Sasa adalah brand yang memegang janji untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen di kategori foods and seasoning," kata Rudolf lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .