KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui target pemerintah yang dipatok sebesar 5,4% dalam APBN 2026 menuju level 6%. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari percepatan belanja negara, menjaga daya beli masyarakat, hingga menghapus berbagai kendala bisnis di dalam negeri. “Kalau target APBN kan cuma 5,4%, pasti tercapai dan mungkin lebih. Saya ingin mendorong kalau bisa karena 6% itu akan perlu kerja yang lebih keras lagi dan peluangnya masih terbuka,” ujar Purbaya kepada awak media, di Banten, Tangerang, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Ditjen Pajak Selidiki Dugaan Penggelapan Pajak 40 Perusahaan Konstruksi Menurutnya, strategi utama yang akan dilakukannya adalah memastikan mesin ekonomi domestik berjalan optimal melalui percepatan belanja fiskal pada awal tahun. Pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara pada awal tahun guna mendorong konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi. Purbaya menyebut akan aktif memonitor penyerapan belanja di Kementerian/Lembaga agar tetap sasaran dan dibelanjakan tepat Waktu. “Kami akan monitor belanja kementerian dan lembaga. Saya pastikan juga uang di sistem cukup dan kerja sama dengan bank sentral untuk memastikan masyarakat bisa belanja,” ujar Purbaya. Purbaya juga memastikan belum akan menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam waktu dekat demi menjaga daya beli masyarakat. “Pajak belum akan saya naikkan, karena itu kan memperbaiki daya beli juga, tidak memperburuk daya beli, karena saya lihat walaupun 5,4% (target APBN 2026) belum cukup kuat untuk mengalami kenaikan (pajak),” katanya. Selain itu, Purbaya menyebut pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi juga pada Kuartal I-2026, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya momentum musiman ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. “Nanti untuk triwulan pertama ada bulan puasa, Lebaran, segala macam, ini kita akan berikan juga stimulus,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Sidak Perusahaan Baja di Tangerang, Diduga Gelapkan Pajak Startegi lainnya adalah, Purbaya memastikan pemerintah akan lebih aktif menghilangkan hambatan usaha agar aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat. “Kami akan juga aktifkan, lebih aktifkan lagi proses supaya seluruh kendala bisnis bisa dihilangkan dari perekonomian kita secepat mungkin,” jelasnya. Purbaya menegaskan fokus utama pemerintah adalah menjaga permintaan domestik sebagai mesin utama pertumbuhan, di tengah ketidakpastian global. Ia optimistis dengan kombinasi percepatan belanja pemerintah, dukungan konsumsi, serta perbaikan iklim usaha, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap.
“Harusnya kalau triwulan kemarin (Kuartal IV-2025) 5,39%, triwulan berikutnya bisa 5,6%–5,7% dan bisa lebih cepat lagi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News