Begini Strategi Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Hadapi Efek El Nino pada 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi sawit di tahun ini masih dipengaruhi efek El Nino atau musim panas berkepanjangan yang terjadi pada tahun lalu. Fenomena ini dinilai dapat menurunkan produksi sawit, baik untuk tandan buah segar (TBS) maupun crude palm oil (CPO).

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengamini bahwa El Nino memang berdampak terhadap produksi pada sektor perkebunan. Namun, manajemen telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampak dari fenomena cuaca tersebut.

"Kami memiliki strategi dalam mengantisipasi fenomena El Nino dengan membangun lumbung-lumbung air, sehingga efek El Nino tidak terasa oleh perseroan," kata Corporate Secretary Sawit Sumbermas Sarana, Deni Agustinus kepada Kontan, Rabu (20/3).


Deni menjelaskan, SSMS optimis kinerja produksi sawit tahun ini akan lebih moncer dibandingkan tahun lalu. Ia mengatakan, SSMS akan meningkatkan produksi TBS dan CPO tahun ini dengan sejumlah aktivitas agronomis, seperti melakukan pemupukan dan pemeliharaan yang optimal sehingga produksi tetap maksimal serta memiliki kualitas terbaik.

Baca Juga: Begini Strategi Krakatau Steel (KRAS) Maksimalkan Kinerja di Tahun 2024

"Selain itu, kami terus berinovasi pada otomatisasi sistem perkebunan dan pabrik, serta dalam jangka panjang lebih memaksimalkan kerja sama dengan petani swadaya, sehingga meningkatkan produksi CPO dari tingkat pemasok," ujarnya.

SSMS menargetkan estimasi peningkatan TBS inti sekitar 10% dan produksi CPO mencapai 15% dibandingkan tahun 2023. Sebagai informasi, hingga kuartal III-2023, produksi TBS Inti SSMS 1.285.611 metrik ton dan CPO 378.510 metrik ton.

Lebih lanjut, Deni mengungkapkan sejalan dengan tuntutan tujuan pembangunan global yang berkelanjutan, SSMS berkomitmen penuh dalam menerapkan tata kelola sawit yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan, serta meningkatkan daya saing Indonesia baik di pasar domestik maupun pasar internasional.

"Untuk mendukung traceability atau ketertelusuran minyak kelapa sawit Indonesia, saat ini SSMS telah merampungkan 100% dari seluruh unit bisnisnya untuk tersertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi