KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada semester II-2026. Langkah tersebut mencakup penyesuaian harga jual, efisiensi biaya, penguatan distribusi offline hingga menyiapkan peluncuran brand baru. Founder VICI Billy Hartono Salim mengatakan perseroan mulai melakukan penyesuaian strategi setelah menghadapi tekanan biaya pada semester I-2026. Upaya tersebut mulai menunjukkan dampak terhadap profitabilitas perseroan pada Juli dan Agustus 2026. “Profitabilitas kami sudah mulai membaik pada semester II/2026. Didukung dengan kombinasi sejumlah strategi, harga juga kami naikkan sedikit, efisiensi cost kita tekan,” ujar Billy, Senin (28/9).
Baca Juga: MD Entertaiment (FILM) Perluas Bisnis IP dan Konten Bersama SBS Pada semester I-2026, VICI mencatat pendapatan Rp745,30 miliar, naik 10,14% secara tahunan dari Rp676,66 miliar. Namun, laba bersih turun 44,15% menjadi Rp45,09 miliar. Penurunan laba terjadi di tengah kenaikan biaya bahan baku dan material kemasan serta peningkatan belanja promosi. Kondisi tersebut mendorong perseroan melakukan efisiensi sekaligus menyesuaikan harga produk. Direktur VICI Erwan Irawan Noer mengatakan perbaikan kinerja mulai terlihat dalam dua bulan pertama semester II-2026. “Sudah
pick up. Jadi semester II ini kelihatan dari dua bulan terakhir ini juga sudah pick up jauh,” ujar Erwan. Selain efisiensi biaya, VICI mengoptimalkan jaringan distribusi offline untuk menjaga penjualan. Sekitar 74% penjualan perseroan saat ini masih berasal dari kanal offline. Jaringan tersebut mencakup toko kosmetik tradisional, modern outlet hingga kanal hospitality. Strategi ini juga menjadi upaya perseroan mengurangi ketergantungan terhadap kanal digital yang menghadapi peningkatan biaya platform. VICI juga melihat peluang memperluas pemanfaatan jaringan tersebut melalui kerja sama dengan brand kosmetik yang telah memiliki produk, tetapi belum mempunyai jaringan distribusi offline. Saat ini, perseroan tengah menjajaki sedikitnya tiga brand yang dinilai memiliki potensi untuk masuk ke dalam jaringan VICI. Strategi pertumbuhan VICI pada semester II-2026 juga mencakup pengembangan portofolio produk. Perseroan tengah mempersiapkan peluncuran dua brand, salah satunya Rejuvenate, yang menyasar segmen
middle up. Peluncuran kedua brand tersebut ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan VICI menghadapi pertumbuhan bisnis pada tahun depan. Di sisi lain, VICI mulai melihat peluang pengembangan bisnis di kategori
haircare dan wellness. Perseroan menilai kedua kategori tersebut memiliki ruang pertumbuhan yang lebih luas dibandingkan bisnis kosmetik. “
Market size industri kosmetik sekitar Rp125 triliun-Rp150 triliun. Di haircare itu Rp400 triliun-Rp500 triliun, jauh lebih besar,” kata Billy. Perseroan juga mempertimbangkan pengembangan bisnis di kategori yang masih berkaitan dengan ekosistem
beauty, termasuk klinik kecantikan. Dengan kombinasi penyesuaian harga, efisiensi biaya, optimalisasi distribusi serta pengembangan portofolio, VICI berharap dapat menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki profitabilitas pada semester II-2026.
Baca Juga: ESDM Sebut Persetujuan RKAB 2026 Sudah Mencapai 95% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News