JAKARTA. PT Dutra Graha Indah yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) diduga menjadi tersangka dalam kasus penyuapan yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terungkap dari undangan pemeriksaan mantan komisaris DGIK, Sandiaga Uno, Jumat (14/7). Surat tersebut berbunyi pemanggilan terhadap Sandiaga, untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan RS Udayana tahun 2009-2010, yang dilakukan oleh tersangka PT Duta Graha Indah yang berubah menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering Tbk (DGIK). Menanggapi hal ini Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, bursa meminta klarifikasi dari perusahaan. Sebab, DGIK merupakan bagian dari perusahaan publik yang terdaftar di BEI. "Pasti kita akan tanya secara resmi dulu," ujar Tito kepada KONTAN, Jumat (14/7).
BEI akan minta klarifikasi status tersangka DGIK
JAKARTA. PT Dutra Graha Indah yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) diduga menjadi tersangka dalam kasus penyuapan yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terungkap dari undangan pemeriksaan mantan komisaris DGIK, Sandiaga Uno, Jumat (14/7). Surat tersebut berbunyi pemanggilan terhadap Sandiaga, untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan RS Udayana tahun 2009-2010, yang dilakukan oleh tersangka PT Duta Graha Indah yang berubah menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering Tbk (DGIK). Menanggapi hal ini Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, bursa meminta klarifikasi dari perusahaan. Sebab, DGIK merupakan bagian dari perusahaan publik yang terdaftar di BEI. "Pasti kita akan tanya secara resmi dulu," ujar Tito kepada KONTAN, Jumat (14/7).