BEI bidik 2 perusahaan besar Sumsel IPO



PALEMBANG. Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Selatan mendorong Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan-Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) melakukan penawaran saham perdana di bursa tahun ini. Otoritas bursa menilai, bank ini sudah memenuhi persyaratan administrasi dan layak dalam hal manajemen dan pelaporan keuangan. 

"Pembicaraan sudah dilakukan Bank Sumsel Babel dengan BEI. Harapannya ini benar-benar terealisasi," kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Early Saputra di Palembang, Kamis (7/1).

Ia mengatakan, sebagai perusahaan milik daerah, sudah sepatutnya BSB turut dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan mulai mengizinkan untuk terlibat langsung dalam kepemilikan saham.


"Ini penting untuk menumbuhkan kedekatan emosional dan rasa memiliki warga Sumsel dengan Bank Sumsel-Babel. Dengan begitu, dana investasi dari masyarakat dapat digunakan untuk berekspansi dan mensejajarkan diri dengan perbankan nasional," kata dia.

Tak hanya Bank Sumsel, Bank Perkreditan Rakyat Palembang milik Pemkot Palembang yang belum lama ini mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan juga berpeluang melakukan hal serupa.

Namun, ia tidak membantah bahwa untuk mewujudkannya diperlukan kerja keras mengingat dituntut baik dalam pelaporan keuangan dan manajemen perusahaan.

"Semua harus dilaporkan, apa pun kegiatannya karena saham sudah menjadi milik publik, begitulah resikonya jika sudah masuk bursa. Tapi di sisi lain, dapat mendapatkan modal dari pihak ketiga yakni masyarakat atau tidak lagi sebatas mengandalkan dana APBD," ujar dia.

Peluang sama besar juga ada pada BUMD di lingkungan pemerintah kota/kabupaten di Sumsel, hingga perusahaan swasta.

"Ada juga yang sedang dibidik BEI, yakni pabrik bubur kertas terbesar di Asia, OKI Pulp And Paper di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Alangkah baiknya jika warga OKI juga memiliki sahamnya," kata dia.

Sejauh ini baru PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), perusahaan yang berdomisili di Sumsel yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni tepatnya pada 2002.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia