BEI Buka Suspensi Saham J Resources Asia Pasifik (PSAB)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka suspensi saham emiten tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) pada hari ini, Kamis (7/3).

"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 7 Maret 2024," tulis manajemen BEI dalam keterangan resminya, Kamis (7/3).

Saham PSAB sebelumnya sempat dikenakan suspensi pada perdagangan Rabu (6/3). Suspensi dilakukan BEI untuk cooling down karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. 


Baca Juga: J Resources Memacu Produksi Emas

Penghentian sementara perdagangan saham PSAB tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PSAB.

Harga saham PSAB mulai meningkat pada akhir Januari hingga sebelum suspensi. Harga saham PSAB menguat 45% sejak akhir Januari ke Rp 190 per saham pada Selasa (5/3).

Asal tahu saja, saat ini kegiatan eksplorasi J Resources difokuskan pada dua tambang yaitu Tambang Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) dan Tambang Doup yang dikelola PT Arafura Surya Alam (ASA).

Pada kuartal I-2024, kegiatan eksplorasi di Tambang Bakan akan fokus pada pemetaan geologi permukaan di beberapa wilayah, termasuk West Tapagale. Sedangkan, program pengeboran akan dilakukan di West Tapagale dan Main Ridge untuk mendapatkan tambahan sumber daya.

Pit Tapagale di Tambang Bakan memiliki kandungan emas yang tebal dengan kadar yang terbilang tinggi, hampir mencapai 1 gram emas per ton bijih. Tahun ini pit Tapagale siap memberikan kontribusi positif bagi kinerja operasional perseroan.

Baca Juga: Suspensi Hari Ini: Saham PSAB Disetop, Suspensi PTPS dan CLAY Dicabut

Sementara di Tambang Doup, kegiatan eksplorasi di kuartal I-2024 akan dimulai dengan kegiatan studi lanjutan geometalurgi, relogging dan reinterpretasi untuk pembaharuan peta geologi, peta alterasi dan mineralisasi serta blok model sumber daya.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keakuratan data untuk memastikan pencapaian target penambangan dan produksi emas di Tambang Doup sesuai rencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi