BEI Gandeng Surveyor Indonesia, Perkuat Kesiapan Calon Emiten Sebelum IPO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng PT Surveyor Indonesia untuk memperkuat kesiapan perusahaan yang berencana melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO).

Direktur Utama  Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjelaskan kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas informasi keuangan maupun non keuangan perusahaan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum menjadi perusahaan publik.

“Kami ingin memperkuat kesiapan perusahaan melalui proses verifikasi, validasi, dan peningkatan kualitas informasi keuangan maupun non-keuangan,” ucapnya dalam acara Peluncuran Go Public Academy for SME di Main Hall BEI, Senin (2/11).


Baca Juga: BEI Kaji Insentif Pajak untuk Tingkatkan Daya Tarik Emiten

Jeffrey menyebut kesiapan perusahaan untuk menjadi emiten tidak hanya ditentukan oleh besaran pendapatan maupun aset. Pasalnya, perusahaan juga harus memenuhi berbagai aspek fundamental untuk menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan publik.

“Kesiapan untuk menjadi perusahaan publik bukan hanya soal pendapatan atau aset, melainkan juga legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta kesiapan menghadapi tuntutan keberlanjutan termasuk ESG dan dekarbonisasi,” katanya..

Jeffrey menjelaskan kerja ini ini merupakan salah satu dari empat inisiatif strategis BEI untuk memperluas akses perusahaan terhadap pendanaan pasar modal sekaligus meningkatkan kualitas calon perusahaan tercatat.

Selain menggandeng Surveyor Indonesia, BEI juga bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk memperluas pemahaman dan akses pendanaan pasar modal bagi pelaku usaha, khususnya perusahaan skala menengah.

BEI juga meluncurkan National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises (SME), yakni program pembinaan berjenjang yang mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, transparansi, hingga pemahaman proses IPO.

Namun, Jeffrey menegaskan pihaknya tidak hanya mengejar peningkatan jumlah perusahaan yang melantai di bursa, tetapi memastikan emiten memiliki fundamental kuat, tata kelola baik dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutur Jeffrey. 

Baca Juga: BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan UMKM untuk IPO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News