JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tidak ada permasalahan pada harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Pada perdagangan kemarin (16/2), saham FREN dibuka di harga Rp 400 per saham menurut data BEI. Padahal di hari sebelumnya (15/2), data Bloomberg menunjukkan saham ini masih di level Rp 1.000 per saham, hasil reverse stock 20:1. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan, perubahan harga itu lantaran pada 16 Februari ada dua kejadian penting yang terjadi pada saham FREN, yaitu adanya reverse stock dan perdagangan baru yang tidak mengandung right (ex date HMETD di pasar reguler dan negosiasi).Oleh karena ex date HMETD terjadi pada 16 Februari, memuat perlu adanya harga teoritis baru. Di mana perhitungannya didapat dari harga saham baru setelah reverse stock 20:1 yaitu Rp 1.000 per saham, ditambah saham hasil HMETD Rp 200, yaitu harga saham rights issue Rp 100 per saham dikali 2 (karena 1 pemegang saham lama mendapat dua HMETD) kemudian dibagi 3. Hasilnya didapat harga Rp 400 per saham.Berikut skema perhitungannya: (1.000 + 200)/3 = 400.
BEI: Harga saham FREN sudah mencakup rights issue
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tidak ada permasalahan pada harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Pada perdagangan kemarin (16/2), saham FREN dibuka di harga Rp 400 per saham menurut data BEI. Padahal di hari sebelumnya (15/2), data Bloomberg menunjukkan saham ini masih di level Rp 1.000 per saham, hasil reverse stock 20:1. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan, perubahan harga itu lantaran pada 16 Februari ada dua kejadian penting yang terjadi pada saham FREN, yaitu adanya reverse stock dan perdagangan baru yang tidak mengandung right (ex date HMETD di pasar reguler dan negosiasi).Oleh karena ex date HMETD terjadi pada 16 Februari, memuat perlu adanya harga teoritis baru. Di mana perhitungannya didapat dari harga saham baru setelah reverse stock 20:1 yaitu Rp 1.000 per saham, ditambah saham hasil HMETD Rp 200, yaitu harga saham rights issue Rp 100 per saham dikali 2 (karena 1 pemegang saham lama mendapat dua HMETD) kemudian dibagi 3. Hasilnya didapat harga Rp 400 per saham.Berikut skema perhitungannya: (1.000 + 200)/3 = 400.