JAKARTA. Setelah menghentikan perdagangan saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera menyelidiki perdagangan saham IBST."Kami pasti meminta informasi ke emiten tetapi juga akan menyelidiki siapa saja yang bertransaksi," kata Direktur Kepatuhan dan Pengawasan BEI Urip Budhiprasetyo akhir pekan lalu.Ia mengungkapkan, ada ketidakwajaran harga pada IBST. Sebagai gambaran, pada perdagangan hari pertamanya di lantai bursa, IBST ditutup pada harga Rp 1.500 dibandingkan harga IPO sebesar Rp 1.000. Per 11 September2012, harganya sudah bertengger di level Rp 5.500 atau naik 450% dari harga harga penutupan 31 Agustus."Kenaikannya terlalu tinggi sehingga dipertanyakan. Valuasi pada saat dia go public bagaimana. Aneh juga baru IPO, tidak ada aksi korporasi mengapa harganya bisa segitu," kata Urip.Saham emiten perusahaan properti tersebut sudah dua kali mengalami suspensi alias penghentian perdagangan di BEI. Pertama, pada 10 September 2012 karena terjadi kenaikan harga 193,33% menjadi Rp 4.400 dari harga pertama perdagangan. Namun, dua hari kemudian pada 12 September 2012, IBST kembali disuspensi dan belum dibuka lagi oleh BEI hingga akhir pekan lalu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
BEI heran dan bakal selidiki lonjakan saham IBST
JAKARTA. Setelah menghentikan perdagangan saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera menyelidiki perdagangan saham IBST."Kami pasti meminta informasi ke emiten tetapi juga akan menyelidiki siapa saja yang bertransaksi," kata Direktur Kepatuhan dan Pengawasan BEI Urip Budhiprasetyo akhir pekan lalu.Ia mengungkapkan, ada ketidakwajaran harga pada IBST. Sebagai gambaran, pada perdagangan hari pertamanya di lantai bursa, IBST ditutup pada harga Rp 1.500 dibandingkan harga IPO sebesar Rp 1.000. Per 11 September2012, harganya sudah bertengger di level Rp 5.500 atau naik 450% dari harga harga penutupan 31 Agustus."Kenaikannya terlalu tinggi sehingga dipertanyakan. Valuasi pada saat dia go public bagaimana. Aneh juga baru IPO, tidak ada aksi korporasi mengapa harganya bisa segitu," kata Urip.Saham emiten perusahaan properti tersebut sudah dua kali mengalami suspensi alias penghentian perdagangan di BEI. Pertama, pada 10 September 2012 karena terjadi kenaikan harga 193,33% menjadi Rp 4.400 dari harga pertama perdagangan. Namun, dua hari kemudian pada 12 September 2012, IBST kembali disuspensi dan belum dibuka lagi oleh BEI hingga akhir pekan lalu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News