BEI Imbau Investor Tak Panik Sikapi Mundurnya Gubernur BI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan imbauan kepada para investor untuk tetap tenang dalam menyikapi pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Irvan Susandy, mengingatkan investor agar tidak panik menghadapi dinamika yang terjadi. Menurutnya, pasar keuangan Indonesia sepanjang tahun ini telah menghadapi berbagai tantangan, baik dari faktor domestik maupun global.

Ia mencontohkan berbagai sentimen yang sempat membayangi pasar, mulai dari sentimen geopolitik, indeks MSCI, hingga penilaian lembaga pemeringkat Moody's, serta sentimen domestik lainnya.


Baca Juga: Rupiah Ditutup di Rp 18.083 per Dolar AS Selasa (28/7), Melemah 5 Hari Berturut-turut

"Ini kan memang tahun yang tough sekali. Dan selama ini saya melihat investor juga masih sangat confidence kalau dengan market kita. Jadi saya yakin bahwa investor juga punya penilaian yang baik lah," kata Irvan kepada wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/7/2026).

Irvan berpandangan, investor saat ini sudah jauh lebih matang dalam mengambil keputusan investasi. Selain semakin berhati-hati, investor juga dinilai lebih aktif menggali informasi sebelum melakukan transaksi di pasar modal.

Menurutnya, dominasi investor ritel di pasar saham Indonesia saat ini juga menunjukkan bahwa basis investor domestik semakin kuat dalam menghadapi gejolak.

"Tinggal it's a matter of time lah. Jadi saya pikir investor-investor kita, saya yakin teman-teman investor sudah jauh lebih mature, jauh lebih men-digging informasi, jauh lebih hati-hati dalam berinvestasi. Sehingga saat inipun market kita masih didominasi oleh ritel kita. Jadi ya tetap percaya bahwa market kita ini masih salah satu market yang terbaik yang ada di regional kita. Dan insya allah kita akan rebound dan akan terus maju di tahun-tahun mendatang," tandasnya.

Ia pun menambahkan, sejumlah investor global yang ditemui BEI juga masih memandang pasar Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang menarik.

Irvan pun optimistis pasar modal Indonesia mampu melewati tekanan yang terjadi saat ini. 

"Tapi saya yakin sih, karena saya sudah ketemu dengan beberapa orang, Pak Jeffrey juga cerita sudah ketemu dengan banyak pihak, ada beliau ke Singapura, ke Hongkong. Banyak pihak masih confidence lah dengan market kita. Jadi insyaallah kita bisa melewati semua ini," pungkasnya.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hilirisasi: Membangun Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News