BEI Jajaki Kerja Sama dengan Bursa Asia Tenggara hingga Arab Saudi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang memperluas konektivitas pasar modal Indonesia dengan sejumlah bursa internasional. Penjajakan kerja sama tersebut mencakup negara-negara di Asia Tenggara hingga Arab Saudi.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, pihaknya tengah mengeksplorasi peluang kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, BEI juga menjajaki kerja sama dengan Arab Saudi, terutama untuk pengembangan produk-produk berbasis syariah.

"Dengan lainnya masih penjajakan, antara lain dengan negara-negara di Asia Tenggara. Kita juga eksplor dengan Arab Saudi untuk syariah," kata Iding dalam acara Kompas100 Rebalancing Breakfast di Jakarta, Jumat (2/10/2026).


Meski demikian, Iding mengatakan belum terdapat target waktu implementasi untuk sejumlah kerja sama yang saat ini masih berada dalam tahap penjajakan.

Baca Juga: Danantara Belum Ajukan Resmi Kepemilikan Saham BEI 

Di sisi lain, beberapa kerja sama BEI dengan bursa global telah memasuki tahap implementasi. Iding menyebut kerja sama tersebut antara lain telah dilakukan dengan Bursa Singapura dan Bursa Hong Kong.

Kerja sama BEI dengan Bursa Singapura bahkan telah diwujudkan melalui penerbitan depository receipt di negara tersebut.

"Yang sudah berjalan itu dengan Bursa Singapura dan Bursa Hong Kong. Dengan Singapura itu malah sudah implementasi berupa depository receipt yang terbit di sana," ujar Iding.

Sementara itu, kerja sama dengan Bursa Hong Kong masih dalam tahap pembahasan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama tersebut mencakup rencana penerbitan produk Exchange Traded Fund (ETF) dan single stock futures.

Baca Juga: Prospek Bitcoin dan Ether di Kuartal IV Masih Akan Dibayangi Sentimen Global 

Iding menjelaskan, keterbukaan pasar modal Indonesia terhadap konektivitas global semakin memungkinkan setelah diterbitkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"Sejak dikeluarkannya undang-undang P2SK, market kita sudah boleh terbuka terhadap konektivitas global. Jadi kami sekarang merintis kerjasama dengan bursa Hong Kong dan Singapura gitu ya, saling connected, bisa akses pasar masing-masing, menjual produk masing-masing melalui produk cross border," jelas Iding.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News