BEI: Kelebihan jual picu harga Waran FREN melonjak



JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, tingginya harga waran milik PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dibanding harga sahamnya bukan hal yang aneh. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito saat ditemui di Depok, Kamis (23/2)."Itu kan keputusan investor dalam memilih mana yang dia beli," kata Ito. Lebih lanjut, menurutnya, saat ini harga waran FREN sudah kembali seperti semula alias tidak jauh lebih tinggi daripada harga saham perusahaan halo-halo tersebut.Ito bersikukuh, tingginya harga waran FREN di perdagangan 16 Februari, karena ada beberapa perusahaan efek yang lupa, waran FREN mengalami reverse stock alias dibundel 20:1 mengikuti saham FREN. "Tapi ada beberapa yang lupa, dan akhirnya nasabah mengira masih banyak, lalu menjualnya. Itu menyebabkan adanya kelebihan jual, sehingga si perusahaan efek harus buyback lagi. Disinilah ada beberapa orang yang memanfaatkan hal itu," jelas Ito.Sebagai catatan, hari ini (23/2), saham FREN ditutup di posisi Rp 108 per saham, sementara warannya di hargai Rp 158 per waran. Menanggapi pergerakan tersebut, Ito bilang, semuanya ada di tangan investor. "Investor yang harus menilai itu. BEI kan tidak perlu melindungi sesuatu yang sebenarnya sudah diketahui investor," tukasnya.

Apalagi dalam peraturan tidak disebutkan jika harga waran lebih tinggi daripada saham, BEI harus bertindak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News