BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Saran untuk Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dalam riset tanggal 20 Oktober 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, kelompok tersebut memiliki estimasi bobot 18,41% terhadap IHSG.

Misalnya, DCII punya bobot 3,82% terhadap IHSG. Lalu, BYAN estimasi bobot terhadap IHSG sebesar 3,40%, BREN 1,43%, DSSA 1,39%, MORA 1,27%, dan SRAJ 1,02%.


Baca Juga: Keluarkan dari Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Saham HSC Tiap Tiga Bulan

Saham DCII sudah turun 7,49% secara year to date (YTD). Lalu, BYAN turun 36,62% YTD, BREN 79,38% YTD, DSSA 81,44% YTD, MORA 71,87% YTD, dan SRAJ 37,58% YTD.

“Keenam saham tersebut mewakili sekitar 12,33% bobot IHSG. Penurunan harganya menjadi salah satu tekanan terhadap indeks sepanjang 2026,” ujar riset tersebut.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak positif ke pergerakan indeks. Sebab, IHSG tidak lagi terbebani jika saham HSC terus melemah setelah dikeluarkan.

Namun, IHSG pergerakannya tidak otomatis naik pasca kebijakan tersebut. BEI akan menyesuaikan pembagi indeks, sehingga pengeluaran HSC tidak langsung menaikkan atau menurunkan IHSG. “Di sisi lain, saham yang tetap masuk IHSG akan memiliki bobot relatif lebih besar,” ungkapnya.

Ke depan, pergerakan IHSG tidak lagi dipengaruhi langsung oleh saham HSC. 

Pengeluaran saham HSC berpotensi positif bagi kinerja IHSG ke depan, mengingat sejumlah saham berbobot besar telah turun tajam sepanjang 2026.

Namun, dampak positif tersebut baru terlihat apabila saham HSC terus berkinerja lebih lemah dibandingkan saham yang tetap berada dalam indeks.

Untuk investor yang sudah memegang saham HSC, disarankan untuk mewaspadai potensi tekanan jual akibat penyesuaian portofolio investor dan produk investasi berbasis IHSG.

Baca Juga: Alamtri Resources (ADRO) Lanjutkan Program Buyback Saham Mulai 20 Oktober

Sementara untuk investor pemegang saham non-HSC, bobot saham kepemilikan mereka memang relatif meningkat. “Namun harga saham tidak otomatis naik,” paparnya.

Berdasarkan catatan Kontan, jadwal efektif penerapan kedua inisiatif tersebut akan diumumkan lebih lanjut. BEI berharap kebijakan ini dapat meningkatkan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham sekaligus memperkuat integritas data pasar modal. 

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pengeluaran saham berkategori HSC dari IHSG bukan berarti saham tersebut akan dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting. 

“Saham-saham itu tetap dapat diperdagangkan di BEI, tetapi pergerakan harganya tidak lagi diperhitungkan dalam pergerakan IHSG,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News