BEI: Kenaikan IHSG tanda optimisme investor pulih



JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ini menandakan optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia mulai pulih. "Intinya adalah berarti investor melihat optimis terhadap pemerintah dan perekonomian di Indonesia. Dalam pekan ini investor asing membukukan beli bersih atau 'net buy'," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Alpino Kianjaya, di Jakarta, Jumat. Di sisi lain, mungkin juga mereka merasa memang sudah waktunya untuk masuk di tengah kondisi harga saham sudah terdiskon. Investor asing masuk, yang lokal juga ikut, lanjutnya. Di tengah kondisi investor yang optimis itu, ia meyakini target yang dicanangkan BEI untuk rata-rata transakasi saham harian pada tahun 2015 ini sebesar Rp6 triliun dapat tercapai. Dalam data BEI per 9 Oktober 2015 tercatat rata-rata nilai transaksi saham harian sebesar Rp5,806 triliun. Sementara investor asing dalam sepekan ini (5-9 Oktober 2015) membukukan beli bersih sekitar Rp2,26 triliun. "Kalau kondisinya sampai akhir tahun ini seperti ini maka target transaksi Rp6 triliun sepertinya bisa tercapai. Optimis dan yakin, kalaupun ada penurunan, itu fluktuasi biasa dan wajar di pasar saham," katanya. Meski IHSG BEI mulai bergerak naik, Alpino Kianjaya mengatakan BEI belum memiliki rencana untuk mencabut beberapa peraturan yang telah dikeluarkan ketika IHSG mengalami tekanan cukup dalam, salah satunya peraturan mengenai batas bawah "auto rejection" di sistem perdagangan efek. Saat ini, BEI masih menerapkan pembatasan 'auto rejection' bawah sebesar 10 persen. Auto rejection merupakan penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan saham yang dimiliki oleh BEI terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli efek bersifat ekuitas akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah efek bersifat ekuitas yang ditetapkan oleh BEI. "Dalam kondisi normal, kita akan pakai kembali kebijakan normal. Namun kita tidak ada acuan kondisi normal IHSG di level berapa, ketika fluktuasi indeks sudah dianggap stabil maka bisa dilakukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan