BEI Luncurkan IDX Green Equity, HGII, KEEN, dan TOBA Jadi Tiga Saham Hijau Perdana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan IDX Green Equity Designation sebagai penetapan saham berbasis hijau. Dalam peluncuran perdana ini, tiga perusahaan tercatat ditetapkan sebagai penerima IDX Green Equity Designation.

Ketiga saham tersebut adalah PT Hero Global Investment Tbk (HGII), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peluncuran IDX Green Equity Designation menjadi salah satu milestone dalam pengembangan pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan.


Baca Juga: PGN (PGAS) Diminta Bayar Kompensasi Kepada Gunvor, Ini Penyebabnya

"Penetapan saham berbasis hijau merupakan milestone penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan," ujar Jeffrey dalam seremoni peluncuran IDX Green Equity Designation, Jumat (28/8).

Melalui inisiatif tersebut, BEI bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia berupaya memberikan visibilitas yang lebih kuat terhadap perusahaan tercatat yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Di sisi lain, IDX Green Equity Designation diharapkan memberikan referensi yang lebih kredibel bagi investor dalam mengidentifikasi perusahaan yang memiliki kontribusi terhadap ekonomi hijau.

Jeffrey mengatakan, kebutuhan investor terhadap informasi keberlanjutan juga semakin berkembang. Investor tidak lagi hanya melihat komitmen keberlanjutan perusahaan, tetapi membutuhkan informasi yang terukur, transparan, dan kredibel mengenai kontribusi perusahaan terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 83% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 15% telah memperoleh independent assurance.

Sementara itu, sekitar 62,5% perusahaan dalam indeks terkait ESG yang disebutkan BEI telah memiliki target net zero.

"Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya arah keberlanjutan di pasar modal, sekaligus pentingnya mekanisme yang membantu investor mengidentifikasi dan menilai komitmen perusahaan secara konseptual," kata Jeffrey.

IDX Green Equity Designation dikembangkan dengan mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), taksonomi lainnya, serta praktik internasional, termasuk Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges.

Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.534,6 di Pagi Ini (28/8), Top Gainers LQ45: PTBA, ITMG, BBRI

Dalam penerapannya, BEI menetapkan keputusan direksi yang berlaku efektif sejak 31 Juli 2026. Kerangka penetapan tersebut didukung lima pilar utama, yakni Revenue and Investment, Taxonomy, Governance Assessment, dan Disclosure, dengan satu unsur lainnya yang menjadi bagian dari proses penilaian.

Kelima pilar tersebut ditujukan untuk memastikan penetapan saham hijau tidak sekadar berupa label, tetapi didukung oleh indikator yang terukur melalui keterbukaan informasi, assessment berkala, dan external review.

Penetapan IDX Green Equity Designation juga akan dievaluasi setiap tahun untuk memastikan status tersebut tetap mencerminkan perkembangan aktivitas perusahaan.

Dalam peluncuran perdana, BEI menetapkan tiga perusahaan tercatat sebagai penerima IDX Green Equity Designation. Dua perusahaan memperoleh kategori Green Equity, sementara satu perusahaan memperoleh kategori Green Equity Transition atau saham hijau transisi.

Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya telah berpartisipasi dalam proses piloting IDX Green Equity Designation. Menurut Jeffrey, keterlibatan ketiganya penting untuk memastikan kerangka tersebut dapat diterapkan secara efektif dalam kondisi bisnis yang nyata.

BEI berharap penetapan saham hijau dapat meningkatkan visibilitas perusahaan tercatat sekaligus membuka akses pendanaan yang lebih luas. Bagi investor, designation ini diharapkan menjadi referensi yang lebih kredibel dalam menilai perusahaan dari perspektif keberlanjutan.

Dalam jangka panjang, inisiatif tersebut juga dinilai dapat membuka peluang pengembangan indeks maupun produk investasi berbasis keberlanjutan. "Green Equity Designation adalah awal, bukan akhir," ujar Jeffrey.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.729 Per Dolar AS Hari Ini (28/8), Asia Mixed

Ia berharap inisiatif tersebut mendorong perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan partisipasi perusahaan tercatat. Menurutnya, keberlanjutan pada akhirnya harus mampu menciptakan nilai dengan memperkuat daya saing perusahaan, memperluas basis investor, serta membuka peluang pendanaan jangka panjang.

BEI pun mengajak lebih banyak perusahaan tercatat untuk berpartisipasi dalam program IDX Green Equity Designation.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News