JAKARTA. Sekitar 15 menit sebelum penutupan perdagangan, sejumlah trader mengaku kesulitan dalam melakukan transaksi online trading. Rupanya, ada gangguan yang terjadi pada sistem data pendukung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak trader yang menyayangkan terjadinya hal ini. "Bagaimana BEI mau memangkas jam istirahat kalau hal seperti ini masih saja terjadi," ujar salah seorang trader yang tak mau namanya disebut. Namun, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong bilang, sistem perdagangan berjalan normal hingga penutupan pasar pukul 16.00. "Memang ada masalah di sistem pendukungnya yaitu datafeed," jelasnya. Yiong menambahkan, power supply ke datafeed terputus sore ini pukul 15.46. "Namun saat ini sudah betul lagi," imbuhnya. Asal tahu saja, datafeed ini digunakan untuk memperoleh informasi perdagangan secara real time dari Bloomberg, RTI, Stockwatch, dan lain-lain. Hal itu dibenarkan oleh Andre PJ Toelle, Head of Equity Trading Division. "Masalah ini sudah bisa diatasi. Sekali lagi, ini bukan masalah sistem, hanya data pendukung," tegasnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
BEI: Masalah terletak di sistem pendukung datafeed
JAKARTA. Sekitar 15 menit sebelum penutupan perdagangan, sejumlah trader mengaku kesulitan dalam melakukan transaksi online trading. Rupanya, ada gangguan yang terjadi pada sistem data pendukung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak trader yang menyayangkan terjadinya hal ini. "Bagaimana BEI mau memangkas jam istirahat kalau hal seperti ini masih saja terjadi," ujar salah seorang trader yang tak mau namanya disebut. Namun, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong bilang, sistem perdagangan berjalan normal hingga penutupan pasar pukul 16.00. "Memang ada masalah di sistem pendukungnya yaitu datafeed," jelasnya. Yiong menambahkan, power supply ke datafeed terputus sore ini pukul 15.46. "Namun saat ini sudah betul lagi," imbuhnya. Asal tahu saja, datafeed ini digunakan untuk memperoleh informasi perdagangan secara real time dari Bloomberg, RTI, Stockwatch, dan lain-lain. Hal itu dibenarkan oleh Andre PJ Toelle, Head of Equity Trading Division. "Masalah ini sudah bisa diatasi. Sekali lagi, ini bukan masalah sistem, hanya data pendukung," tegasnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News