BEI Mengincar Volume Transaksi Single Stock Futures Tembus 1 Juta Kontrak di 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan volume transaksi Single Stock Futures (SSF) bisa menembus 1 juta kontrak di 2025. Namun pada tahap awal, BEI akan lebih gencar melakukan sosialisasi atas produk anyar ini. 

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI 1 Firza Rizqi Putra menjelaskan, BEI belum bisa memberikan target untuk tahun ini karena produk SSF baru akan resmi dirilis pada September mendatang. 

"Maka dari itu, untuk target kami tahun ini lebih kepada pengenalan produk single stock futures kepada investor," katanya dalam edukasi wartawan secara daring, Kamis (22/8). 


Untuk menggencarkan transaksi BEI juga aktif melakukan sosialisasi dengan menggelar roadshow bersama anggota bursa (AB) derivatif dan kantor perwakilan BEI yang tersebar di berbagai kawasan. 

Baca Juga: Genjot Transaksi Single Stock Future, BEI Kasih Diskon Biaya Transaksi 75%

BEI turut memasukKan produk SSF dalam materi Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk calon investor. Namun sifatnya hanya sebagai perkenalan, tidak mengajak langsung bertransaksi. 

"Ketika investor sudah paham dan aktif melakukan sosialisasi, tahun depan targetnya kami mendapatkan total volume sekitar 850.000 sampai satu juta kontrak," ucap Firza.

BEI juga mengincar adanya penambahan AB derivatif. Tahun ini, BEI akan membawa empat AB untuk memperoleh izin derivatif. Satu di antaranya sudah mulai beroperasi, yakni PT Binaartha Sekuritas. 

"Tahun depan ada penambahan AB yang akan masuk dalam produk derivatif, minimal jumlahnya sama dengan tahun ini, yaitu empat AB," kata Firza. 

Baca Juga: Jumlah Investor Tumbuh Tapi Investor Aktif BEI Menyusut, Kok Bisa?

Sejatinya, produk anyar ini sudah mulai ditransaksikan pada 22 Juli 2024 melalui Binaartha Sekuritas. Per Rabu (21/8), nilai transaksi futures di BEI mencapai Rp 123,29 juta dengan volume 348 kontrak. 

BEI telah memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai underlying SSF. 

Masing-masing memiliki tiga periode kontrak, yaitu satu bulan, dua bulan dan tiga bulan. Dengan demikian, ada 15 seri single stock futures yang bisa diperdagangkan oleh investor di pasar derivatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati