BEI optimistis pasar modal jadi pilihan pendanaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2017 nampaknya menjadi tahunnya pasar modal. Tak hanya lantaran indeks harga saham gabungan (IHSG) terus-menerus menyentuh rekor, tapi juga lantaran semakin banyak korporasi yang menjaring dana segar di pasar modal.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sepanjang tahun 2017 ini jumlah dana terjaring lewat penerbitan obligasi mencapai Rp 150 triliun. Total penjaringan dana dari penerbitan efek pun sudah mencapai Rp 79,86 triliun yang terdiri dari rights issue Rp 69,47 triliun, waran Rp 1,37 triliun, serta initial public offering (IPO) sebesar Rp 9,03 triliun.

Tingginya perolehan dana dari rights issue dan penerbitan obligasi dipandang Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat sebagai pertanda bahwa emiten sudah bisa memanfaatkan pendanaan dari pasar modal untuk mencari dana tambahan. Untuk menjaga hal tersebut, ia pun telah menyiapkan strategi untuk mendorong emiten agar terus memanfaatkan pasar modal.


"Ke depan, kami akan berkonsentrasi dalam peningkatan penggunaan pasar modal setelah IPO. Jadi yang akan kami dorong bukan hanya IPO untuk emiten baru, tapi kami juga akan mendorong mereka untuk melakukan aksi korporasi lain pasca-IPO," ujar Samsul di Jakarta, Jumat (22/12) lalu.

Di tahun 2018 mendatang, Samsul melihat pasar modal masih akan jadi pilihan buat para emiten untuk mencari dana tambahan. Banyaknya perusahaan yang sudah memahami bagaimana memanfaatkan pasar modal sebagai tempat untuk mencari dana tambahan selain dari perbankan membuat BEI optimistis bisa menjadikan pasar modal sebagai pilihan bagi emiten di bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati