BEI Pertahankan Target IPO 2026, Kenaikan Free Float Dinilai Perkuat Daya Tarik Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mempertahankan target 50 gelaran penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO), termasuk di dalamnya enam lighthouse company pada 2026.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna optimistis target tersebut bisa tercapai walaupun ada kenaikan minimal free float menjadi 15% karena perekonomian Indonesia stabil.

Nyoman berharap appetite atau minat dari para entrepreneur alias pengusaha justru meningkat karena ke depan pasar saham Indonesia akan lebih dalam dan bisa menarik lebih banyak investor.


Baca Juga: BEI, KSEI dan OJK Siapkan Pembenahan Pasar Modal, Ini Hasil Pertemuan dengan MSCI

“Ke depan pasar Indonesia akan dalam, dengan pasar yang dalam yang pertama tentu memberikan attractiveness terhadap investor untuk lebih banyak lagi berinvestasi,” katanya saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Dia menggambarkan bak seperti kolam, pasar modal dengan ketentuan minimal free float yang lebih tinggi akan menjadi kolam yang lebih dalam sehingga bisa menjaring lebih banyak ikan.

Apalagi, kata Nyoman, ruang investasi dari sejumlah investor institusi juga akan diperlebar. Terbaru, pemerintah berencana menaikkan batas atas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%.

Baca Juga: BEI dan OJK Buka Konsultasi Publik Aturan Baru IPO, Free Float Naik Jadi 15%

“Dengan mengikuti apa yang diharapkan oleh provider index global, itu juga akan meningkatkan attractiveness untuk investor asing. Jadi kami tidak melakukan perubahan atas target,” tegasnya.

Meski tak menyebut secara rinci, Nyoman bilang di pipeline BEI saat ini ada dua perusahaan mercusuar alias lighthouse company yang sedang dipersiapkan untuk menggelar IPO.

Salah satunya berasal dari sektor infrastruktur. Dia pun tak yakin apakah dua perusahaan itu bisa menggelar IPO di kuartal satu ini, karena calon emiten itu sedang melakukan revisi laporan keuangan.

Selanjutnya: Target Investasi EBT Rp 1.682 Triliun Buka Peluang Besar bagi Industri Asuransi Umum

Menarik Dibaca: Net Worth vs Gaji: Kenapa Orang Kaya Fokus Kekayaan Bersih, Bukan Penghasilan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: