KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menyaring 171 saham berkapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun menggunakan indikator price-impact ratio. Ini dilakukan untuk mendeteksi indikasi saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC). Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik bilang indikator price-impact ratio menjadi kriteria tambahan dalam metodologi HSC. Seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun melalui proses penyaringan menggunakan indikator tersebut. "Seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun, itu ada 171 saham. Atas 171 saham tersebut tentu kami cek price-impact ratio-nya, apakah tinggi atau rendah," katanya dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2026).
BEI Seleksi 171 Saham Jumbo, 37 Emiten Terindikasi Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menyaring 171 saham berkapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun menggunakan indikator price-impact ratio. Ini dilakukan untuk mendeteksi indikasi saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC). Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik bilang indikator price-impact ratio menjadi kriteria tambahan dalam metodologi HSC. Seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun melalui proses penyaringan menggunakan indikator tersebut. "Seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun, itu ada 171 saham. Atas 171 saham tersebut tentu kami cek price-impact ratio-nya, apakah tinggi atau rendah," katanya dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2026).
TAG: