BEI siapkan antisipasi gagal serah saat penerapan T+2



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Percepatan penyelesaian transaksi dari T+3 serah saham menjadi T+2 akan diimplementasikan pada November yang akan datang. Beberapa persiapan sudah dilakukan oleh BEI untuk penerapan transaksi tersebut.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo mengatakan, secara umum penerapan T+2 sudah aman, namun masih ada tantangan dalam hal lending dan borrowing. "Soal lending dan borrowing ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi sistem T+2," kata Laksono, Selasa (4/9)

Jika masalah lending dan borrowing ini belum selesai, maka potensi gagal serah pada penyelesaian transaksi hari pertama bisa saja mengalami kendala. Oleh karena itu, beberapa upaya preventif dilakukan oleh BEI.


Laksono menyatakan, bahwa BEI sudah melakukan pembicaraan ke beberapa institusi besar yang dapat memberikan investasi yang dominan. "BEI juga melakukan pendekatan terhadap 10 pemegang saham pengendali beberapa emiten," ungkap Laksono.

BEI memang tengah berpacu dengan waktu, sebab targetnya sistem baru ini akan diterapkan pada tanggal 28 November 2018 mendatang. Di tanggal tersebut sistem akan ada serah terima dari transaksi di dua tanggal, yakni transaksi pada tanggal 23 dan 26 November. Selanjutnya pencatatan akan normal lagi.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan kehadiran sistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah transaksi, karena sistem T+2 lebih efisien. "Jika transaksi lebih efisien, maka investor akan lebih cepat dan mudah dalam melakukan strategi reinvesting mereka," kata Hasan.

Memang, dari pelaku pasar sempat mempertanyakan sistem ini, terutama soal perbedaan waktu terkait dengan investor asing. Namun, Laksono meyakinkan bahwa hal ini sudah dipersiapkan.

Lagipula saat ini sudah banyak negara-negara sekitar seperti Vietnam, Hongkong dan juga India sudah memberlakukan penyelesaian di T+2 dan bisa melakukannya dengan lancar.