BEI Soroti Pergerakan Saham PNBN, Bank Panin Buka Suara



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PaninBank) buka suara terkait volatilitas transaksi saham PNBN yang terjadi pada 18 September 2026. Perseroan memastikan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi investor.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI pada 23 September 2026, PaninBank menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun peraturan BEI.

"Apakah Perseroan mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal? Tidak," tulis manajemen PaninBank dalam keterbukaan informasi.


Sebelumnya, BEI meminta penjelasan kepada PaninBank setelah mencermati peningkatan aktivitas perdagangan saham PNBN yang disertai penurunan harga pada 18 September 2026.

Baca Juga: QRIS Antarnegara Makin Diminati, LinkAja dan ShopeePay Perluas Layanan

Pada perdagangan tersebut, volume transaksi saham PNBN melonjak menjadi 21,44 juta saham dengan frekuensi 769 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya sebanyak 834.300 saham dengan frekuensi 232 kali.

Pada saat yang sama, harga saham PNBN ditutup di level Rp850, turun Rp35 atau 3,95% dari penutupan sebelumnya di Rp885.

BEI juga mencatat pada hari tersebut IHSG turun 21,27 poin, sedangkan indeks sektoral Financials terkoreksi 12,83 poin.

Selain memastikan tidak ada informasi material, PaninBank juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat dikaitkan dengan volatilitas saham PNBN.

Perseroan juga memastikan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham di bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.

"Apakah Perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat? Tidak ada," jelas manajemen.

Baca Juga: Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan CIMB Niaga Capai Rp 66 Triliun

PaninBank juga menyatakan, tidak terdapat informasi, fakta atau kejadian penting lainnya yang material dan belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan hidup perseroan.

Terkait pemegang saham pengendali, hingga 23 September 2026 tidak terdapat rencana yang disampaikan kepada manajemen terkait kepemilikan saham perseroan.

"Sampai dengan tanggal tanggapan ini disampaikan tidak ada rencana yang disampaikan Pemegang Saham Pengendali kepada manajemen Perseroan," tulis PaninBank.

Dengan demikian, PaninBank menyatakan tidak menemukan informasi material maupun rencana korporasi yang dapat menjelaskan peningkatan aktivitas transaksi dan penurunan harga saham PNBN pada 18 September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News