KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) buka suara terkait volatilitas transaksi efek saham mereka. Ini menyusul permintaan penjelasan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas tersebut. Memang, jika dilihat berdasarkan data RTI, harga BVIC tercatat mengalami tren kenaikan dalam sepekan terakhir yang naik hingga 11,1%. Bahkan, pada penutupan perdagangan kemarin (3/7), BVIC ditutup menguat 12,5% dari hari sebelumnya menjadi Rp 81 per saham. Meski demikian, pada perdagangan bursa hari Kamis (4/7), BVIC sedang mengalami koreksi dari hari sebelumnya. Setidaknya, hingga pukul 14.30 WIB, BVIC tercatat menurun 1,23% dan kin di harga Rp 80 per saham.
Baca Juga: Penjualan Masih Dibuka Awal Juli, Cek Cara Investasi SBR 013 dengan Kupon 6,6% Dalam keterbukaan informasinya (4/7), Corporate Secretary BVIC Caprie Ardira Azhar mengungkapkan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik. “Tidak ada Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik,” tulis Caprie.
BVIC Chart by TradingView