JAKARTA. Otoritas bursa menilai, rencana PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) menerbitkan saham melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) bisa dilakukan. Tapi, Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap, rights issue BNII tersebut bisa terserap publik sehingga bisa meningkatkan likuiditas pasar sekunder. Rencana rights issue ini digelar sebelum BNII menunaikan kewajiban melepas saham ke publik (refloat) pada 27 Juni 2013. Penerbitan saham baru tersebut rencananya dilakukan bulan Mei 2013. Menurut Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, rights issue bisa saja dilakukan untuk menambah jumlah saham beredar. "Ditambah dulu baru refloat," kata dia, Senin (8/4).
BEI tak mempersoalkan rencana rights issue BNII
JAKARTA. Otoritas bursa menilai, rencana PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) menerbitkan saham melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) bisa dilakukan. Tapi, Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap, rights issue BNII tersebut bisa terserap publik sehingga bisa meningkatkan likuiditas pasar sekunder. Rencana rights issue ini digelar sebelum BNII menunaikan kewajiban melepas saham ke publik (refloat) pada 27 Juni 2013. Penerbitan saham baru tersebut rencananya dilakukan bulan Mei 2013. Menurut Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, rights issue bisa saja dilakukan untuk menambah jumlah saham beredar. "Ditambah dulu baru refloat," kata dia, Senin (8/4).