KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan perubahan Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham. Revisi ini mengubah pendekatan pengaturan free float dan struktur kepemilikan publik di pasar modal. Dalam draft aturan, BEI mengalihkan dasar perhitungan free float dari nilai ekuitas menjadi nilai kapitalisasi saham. Perubahan ini membuat kewajiban saham beredar lebih mencerminkan ukuran dan likuiditas emiten.
| Aspek | Ketentuan Lama | Draft Perubahan |
| Dasar perhitungan | Nilai ekuitas sebelum Penawaran Umum | Nilai kapitalisasi saham sebelum tanggal pencatatan |
| Bentuk saham | Tidak ditegaskan | Wajib saham tanpa warkat (scripless) |
| Saham yang diperhitungkan | Tidak dirinci | Tidak termasuk saham Pengendali, afiliasi Pengendali, Direksi/Komisaris, dan saham treasuri |
| Masa pemenuhan | Pada saat IPO | Wajib dipertahankan sampai 1 tahun setelah pencatatan |
| Persentase free float | Berlaku umum | Berjenjang berdasarkan nilai kapitalisasi saham |
| Kapitalisasi < Rp5 triliun | 20% (berbasis ekuitas) | 25% |
| Kapitalisasi Rp5–50 triliun | 15% (berbasis ekuitas) | 20% |
| Kapitalisasi > Rp50 triliun | 10% (berbasis ekuitas) | 15% |
| Jumlah minimum saham di Papan Utama | 300 juta saham | Tetap 300 juta saham |
| Jumlah minimum saham di Papan Pengembangan | 150 juta saham | |