KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Beiersdorf Indonesia memperkuat bisnis perawatan kesehatan (
healthcare) di Indonesia seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di Malang. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan di pasar domestik sekaligus kawasan regional. Business Unit Healthcare Director Beiersdorf Indonesia Vivilya Lukman mengatakan, ekspansi
Production CenterBeiersdorf di Malang merupakan investasi jangka panjang senilai €52,8 juta atau sekitar Rp1 triliun. Melalui investasi tersebut, kapasitas produksi tahunan fasilitas Beiersdorf di Malang meningkat hampir 50% dibandingkan kapasitas sebelumnya. "Peningkatan kapasitas ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan di Indonesia, tetapi juga memperkuat peran Malang sebagai bagian dari jaringan produksi Beiersdorf di kawasan," ujar Vivilya kepada Kontan.
Baca Juga: Beiersdorf Perbesar Kapasitas Pabrik Malang, Pasok 90% Pasar RI Saat ini, fasilitas produksi Beiersdorf di Malang memasok lebih dari 90% kebutuhan produk Beiersdorf untuk pasar domestik Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, fasilitas tersebut juga mendukung pasokan untuk pasar regional. Setelah peningkatan kapasitas produksi, Beiersdorf akan berfokus pada optimalisasi fasilitas melalui pemanfaatan teknologi, otomasi, digitalisasi, serta peningkatan efisiensi dan fleksibilitas proses produksi. Vivilya mengatakan, perusahaan akan terus mengevaluasi kebutuhan kapasitas dan perkembangan pasar secara berkala. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, perusahaan memiliki ruang untuk merespons pertumbuhan permintaan di Indonesia maupun Asia Tenggara. Di sisi bisnis
healthcare, Beiersdorf juga terus mengembangkan kategori first aid atau wound caremelalui merek Hansaplast. Salah satunya melalui peluncuran Hansaplast Spray Plaster yang menyasar kebutuhan perlindungan luka yang lebih praktis. "Untuk angka
market share dan target penjualan 2026, kami tidak dapat menyampaikan angka secara spesifik karena merupakan bagian dari informasi bisnis internal perusahaan," kata Vivilya.
Baca Juga: Pasar Suplemen Indonesia Tumbuh 10,3%, Awareness Masyarakat Meningkat Meski demikian, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang positif pada kategori
first aid/wound care. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pengembangan produk, perluasan distribusi, serta edukasi mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka. Hansaplast Spray Plaster menjadi salah satu inovasi yang ditambahkan ke portofolio tahun ini. Produk tersebut menggunakan format
aerosol spray yang membentuk lapisan pelindung pada luka. Menurut Vivilya, pengembangan produk tersebut merupakan bagian dari upaya Beiersdorf untuk terus mengembangkan kategori
wound care sekaligus merespons kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Selain pengembangan produk, Hansaplast memperkuat edukasi mengenai perawatan luka melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk PT Kimia Farma Tbk dan Grab. Bersama Kimia Farma, Hansaplast menjalankan program Tanya Luka melalui jaringan apotek dan tenaga kefarmasian.
Baca Juga: Produk Kesehatan dan Waralaba RI Raup Potensi Transaksi Rp 19 Miliar di Malaysia Sementara bersama Grab, Hansaplast menjalankan program Hansaplast Siaga Squad untuk memberikan edukasi dasar mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka kepada mitra pengemudi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Beiersdorf untuk mengembangkan kategori
healthcare tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui penguatan edukasi mengenai perawatan luka di pasar Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News