KARAWANG. Meski bisnis otomotif masih belum laju, namun produsen komponen untuk kebutuhan otomotif PT Bekaert Indonesia berani melakukan ekspansi kelima yang bernama Garuda V. Perusahaan ini menambah kapasitas produksi kawat ban mobil (tire cord) dengan kapasitas produksi tambahan sebanyak 10.000 ton per tahun. Untuk itu, Bekaert membeli mesin baru yang diimpor langsung dari Belgia. Mesin baru tersebut untuk menambah kapasitas produksi Bekaert yang sudah ada saat ini sebesar 65.000 ton per tahun. Dengan adanya penambahan mesin baru, kapasitas produksi tire cord milik Bekaert akan naik menjadi 75.000 ton per tahun. Bert De Graeve, Ketua Dewan Direksi Bekaert menjelaskan, untuk membeli mesin baru, mereka menggelontorkan dana investasi senilai US$ 50 juta. Dana tersebut merupakan bagian dari investasi total Bekaert di Indonesia yang nilainya mencapai US$ 200 juta.
Bekaert tambah produksi kawat ban 10.000 ton
KARAWANG. Meski bisnis otomotif masih belum laju, namun produsen komponen untuk kebutuhan otomotif PT Bekaert Indonesia berani melakukan ekspansi kelima yang bernama Garuda V. Perusahaan ini menambah kapasitas produksi kawat ban mobil (tire cord) dengan kapasitas produksi tambahan sebanyak 10.000 ton per tahun. Untuk itu, Bekaert membeli mesin baru yang diimpor langsung dari Belgia. Mesin baru tersebut untuk menambah kapasitas produksi Bekaert yang sudah ada saat ini sebesar 65.000 ton per tahun. Dengan adanya penambahan mesin baru, kapasitas produksi tire cord milik Bekaert akan naik menjadi 75.000 ton per tahun. Bert De Graeve, Ketua Dewan Direksi Bekaert menjelaskan, untuk membeli mesin baru, mereka menggelontorkan dana investasi senilai US$ 50 juta. Dana tersebut merupakan bagian dari investasi total Bekaert di Indonesia yang nilainya mencapai US$ 200 juta.