KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (
BEST) mencatatkan
marketing sales sebesar Rp 130 miliar hingga September 2026.
Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST Rika Mandasari menyampaikan,
pipeline permintaan lahan hingga per September 2026 mencapai 76 hektare. Sektor data center menjadi kontributor terbesar dalam
pipeline tersebut, disusul logistik dan pergudangan, serta makanan dan minuman. “
Pipeline tersebut masih merupakan potensi permintaan dan tidak dikategorikan sebagai transaksi yang telah terealisasi di kuartal III-2026,” ungkap RIka, kepada Kontan.co.id, Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, dari sisi
accounting land sales, BEST telah membukukan penjualan sebesar Rp265 miliar, meningkat dibandingkan Rp92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Panorama (PANR) Bidik 30.000 Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan pada 2027 Adapun, dari sisi kinerja keuangan, BEST membukukan total pendapatan sebesar Rp 442 miliar hingga kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat 79% secara tahunan atau
year on year (YoY) dibandingkan Rp 246 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dari penjualan lahan. Selain itu,
recurring dan
other income BEST juga tumbuh 15% menjadi Rp 176 miliar. Kenaikan
recurring income tersebut terutama ditopang oleh pendapatan
maintenance fee dan air yang meningkat 29% menjadi Rp115 miliar. Sejalan dengan realisasi kinerja hingga periode kuartal ketiga, pihaknya memproyeksikan kinerja sepanjang 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Perseroan memperkirakan kinerja 2026 bertumbuh lebih baik dibandingkan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya dengan pertumbuhan
double digit,” ujarnya.
Baca Juga: Industri Konstruksi Dituntut Lebih Cerdas dan Berkelanjutan Untuk mencapai target tersebut, BEST terus mengintensifkan kegiatan pemasaran. Strategi yang dilakukan antara lain mengoptimalkan potensi ekspansi dari tenant eksisting sekaligus menjaring investor baru, terutama dari sektor makanan dan minuman, logistik, serta sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan. Dari sisi ketersediaan lahan, per 30 September 2026, BEST menjaga ketersediaan lahan dengan menyesuaikan tren permintaan pasar. Manajemen juga melihat adanya peningkatan minat dan potensi
premium pricing pada lahan yang memiliki kesiapan untuk pengembangan data center. Di luar penjualan lahan industri, BEST turut mengembangkan produk pergudangan melalui BeFa Industrial Hub. Pengembangan ini dilakukan untuk menangkap permintaan gudang yang masih tinggi, sekaligus memperluas pilihan produk bagi calon tenant. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News