Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kawasan Industri AI-Ready, Bidik Peluang dari Data Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menangkap peluang dari berkembangnya industri berbasis teknologi, seperti artificial intelligence (AI), data center, cloud computing, hingga smart manufacturing.

Pengembang kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersebut menyiapkan ekosistem infrastruktur yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri digital, mulai dari pasokan listrik, air hingga konektivitas digital.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BEST dengan sejumlah mitra strategis pada Kamis (27/8/2026). Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan BeFa Digital Town yang disiapkan untuk mendukung industri berbasis AI, data center, cloud, internet of things (IoT), dan automation.


Baca Juga: Bangun Kosambi (CBDK) Ketiban Berkah Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK2

Direktur Utama BEST Leo Yulianto Sutedja mengatakan, kebutuhan investor kawasan industri kini mulai bergeser. Selain lokasi dan ketersediaan lahan, kepastian infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi investasi.

"Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi," ujar Leo dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).

Menurut dia, industri berbasis AI dan data center membutuhkan infrastruktur yang lebih andal dibandingkan industri konvensional. Kebutuhan tersebut mencakup kontinuitas pasokan listrik, konektivitas berkapasitas tinggi, ketersediaan air serta infrastruktur yang dapat ditingkatkan mengikuti ekspansi bisnis.

Karena itu, BEST mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni power, water, dan neutral fiber sebagai fondasi pengembangan kawasan.

Dalam kerja sama tersebut, BEST menggandeng Industrial Grid Nusantara (IGN) dan PT PLN (Persero) untuk memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan di kawasan. Sementara SolidBlue akan bekerja sama dengan XenithIG untuk pengembangan konektivitas dan infrastruktur digital di BeFa Digital Town.

BEST melihat kebutuhan daya bukan hanya soal besarnya kapasitas listrik yang tersedia. Infrastruktur tersebut juga harus mampu menyalurkan listrik secara andal serta ditingkatkan sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenant.

Dari sisi PLN, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis Rakhmad Dewanto menyatakan kesiapan mendukung penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal dan mampu mengikuti kebutuhan pelanggan. Kolaborasi dengan BEST dan IGN diarahkan untuk memberikan kepastian energi bagi tenant maupun calon investor.

Pengembangan kawasan berbasis AI tersebut sekaligus menunjukkan perubahan faktor daya saing kawasan industri. Jika sebelumnya investor lebih banyak mempertimbangkan lokasi, akses logistik, lahan dan utilitas dasar, kini aspek ketersediaan listrik, konektivitas digital, keandalan, skalabilitas dan kepastian infrastruktur semakin menentukan.

Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Angkat Bicara Soal Masalah Investasi Felda, Ini Isinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News