Leni Marlina mulai merintis bisnis kue dengan merek Clio sejak 2007 silam. Ide usaha ini berawal dari ajakan seorang teman untuk melihat bisnis kue pernikahan miliknya. Sebelumnya, Leni sudah lebih dulu membuka usaha katering. Tertarik melihat usaha kue temannya yang menguntungkan, Leni lalu memutuskan untuk belajar membuat kue kering nastar. “Saya melihat waktu itu dia bisa sukses, saya pun menjadi tertarik,” katanya. Sekitar tiga bulan, Leni melakukan percobaan membuat nastar. Tidak jarang, nastar bikinannya gagal. Setelah berhasil, ia mulai memasarkan kue bikinannya itu. Modal awal memulai usaha ini sebesar Rp 5 juta yang berasal dari tabungan pribadi. Untuk peralatan membuat kue, kebetulan Leni sudah memiliki sebuah oven mini.
Belajar membuat kue hingga ke Australia (2)
Leni Marlina mulai merintis bisnis kue dengan merek Clio sejak 2007 silam. Ide usaha ini berawal dari ajakan seorang teman untuk melihat bisnis kue pernikahan miliknya. Sebelumnya, Leni sudah lebih dulu membuka usaha katering. Tertarik melihat usaha kue temannya yang menguntungkan, Leni lalu memutuskan untuk belajar membuat kue kering nastar. “Saya melihat waktu itu dia bisa sukses, saya pun menjadi tertarik,” katanya. Sekitar tiga bulan, Leni melakukan percobaan membuat nastar. Tidak jarang, nastar bikinannya gagal. Setelah berhasil, ia mulai memasarkan kue bikinannya itu. Modal awal memulai usaha ini sebesar Rp 5 juta yang berasal dari tabungan pribadi. Untuk peralatan membuat kue, kebetulan Leni sudah memiliki sebuah oven mini.