JAKARTA. Penghentian layanan SMS premium oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membuat perusahaan penyedia jasa konten atau content provider (CP) terpukul. Kini, pengusaha CP telah secara total menghentikan kegiatan promosi layanan SMS premium di media massa. Amershah, Chairman Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA) menuturkan, sebanyak 20 anggota IMMA telah menyetop kegiatan promosi karena permintaan SMS premium turun drastis. "Pengusaha CP total berhenti beriklan" ungkapnya, Kamis (17/11). Amershah bilang, selama ini CP sangat mengandalkan pemasaran layanan SMS premium dengan membeli spot iklan di stasiun TV. Iklan tersebut menjadi tulang punggung promosi yang dapat memicu penonton untuk membeli layanan.
Belanja iklan content provider anjlok
JAKARTA. Penghentian layanan SMS premium oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membuat perusahaan penyedia jasa konten atau content provider (CP) terpukul. Kini, pengusaha CP telah secara total menghentikan kegiatan promosi layanan SMS premium di media massa. Amershah, Chairman Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA) menuturkan, sebanyak 20 anggota IMMA telah menyetop kegiatan promosi karena permintaan SMS premium turun drastis. "Pengusaha CP total berhenti beriklan" ungkapnya, Kamis (17/11). Amershah bilang, selama ini CP sangat mengandalkan pemasaran layanan SMS premium dengan membeli spot iklan di stasiun TV. Iklan tersebut menjadi tulang punggung promosi yang dapat memicu penonton untuk membeli layanan.