KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju pertumbuhan belanja masyarakat mulai menunjukkan perlambatan pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut diproyeksi akan memberikan tekanan terhadap kinerja sejumlah emiten di sektor konsumer yang bergantung pada daya beli masyarakat. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), rata-rata pertumbuhan belanja tercatat sebesar 6,1% secara tahunan (year on year/YoY) pada periode kuartal II-2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6,4% YoY yang dibukukan pada kuartal I-2026. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot) Brigita Kinari mengatakan Kondisi pelemahan konsumsi berpotensi membuat pertumbuhan penjualan emiten konsumer tidak sekuat awal tahun, terutama pada produk discretionary.
Belanja Masyarakat Melandai, Investor Perlu Cermati Dampaknya ke Emiten Konsumer
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju pertumbuhan belanja masyarakat mulai menunjukkan perlambatan pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut diproyeksi akan memberikan tekanan terhadap kinerja sejumlah emiten di sektor konsumer yang bergantung pada daya beli masyarakat. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), rata-rata pertumbuhan belanja tercatat sebesar 6,1% secara tahunan (year on year/YoY) pada periode kuartal II-2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6,4% YoY yang dibukukan pada kuartal I-2026. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot) Brigita Kinari mengatakan Kondisi pelemahan konsumsi berpotensi membuat pertumbuhan penjualan emiten konsumer tidak sekuat awal tahun, terutama pada produk discretionary.