Belanja Melalui Media Sosial Marak, Komisi Kreator Tembus Rp 422 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Media sosial kini tak hanya menjadi ruang interaksi, tapi juga berkembang menjadi kanal perdagangan. Kehadiran fitur affiliate, livestream dan rekomendasi produk menyebabkan  kreator dan platform digital semakin terlibat dalam proses konsumen menemukan hingga membeli produk.

Meta mencatat, komisi kreator di Asia Pasifik melalui program affiliate Facebook telah menembus lebih dari US$ 24 juta atau sekitar Rp 422 miliar dalam sebulan terakhir. 

Lebih dari 10 juta kreator di kawasan itu telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate dalam setahun terakhir.


Vice President Asia Pasifik Meta, Benjamin Joe mengatakan, perubahan perilaku konsumen turut mendorong perkembangan ekonomi kreator di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Dibuka, AirAsia Kembali Operasikan Penerbangan

“Dalam sebulan terakhir, para kreator memperoleh lebih dari US$ 24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Solusi iklan affiliate pun kini sedang diuji coba,” ujar Joe belum lama ini

Studi Meta bersama Ipsos menunjukkan, 50% konsumen Asia Pasifik melakukan pembelian secara online melalui media sosial, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 37%. Sebanyak 80% konsumen di kawasan tersebut juga menonton livestream setiap pekan.

Perubahan perilaku ini membuat media sosial semakin dekat dengan aktivitas perdagangan. Meta pun memperluas kerja sama dengan platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Flipkart, dan Myntra.

Di sisi lain, penggunaan kecerdasan buatan (AI) juga mulai masuk ke operasional bisnis. Meta mencatat sekitar 9 juta usaha kecil telah menggunakan alat kreatif berbasis AI generatif untuk membuat iklan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News