Belanja modal INDF sebesar Rp 7 triliun



JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan ekspansi di sektor agribisnis. Emiten ini berencana menggelontorkan dana Rp 2,8 triliun. Melalui anak usahanya PT Salim Ivomas Tbk dan PT London Sumatra Plantation Tbk akan membangun lima pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) dan menambah kapasitas dua pabrik lainnya.

Presiden Direktur INDF Anthoni Salim mengatakan, tahun ini menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 7 triliun dan sebagian besar untuk sektor perkebunan. Lainnya, Rp 2 triliun untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Rp 2 triliun untuk Bogasari dan sisanya untuk divisi distribusi.

Paulus Moleonoto, Direktur INDF mengatakan, akan menanam 10.000-15.000 hektare (ha) tanaman kelapa sawit. INDF juga akan membangun lima unit pabrik Pengolahan kelapa sawit (PKS) baru dan menambah kapasitas dua pabrik PKS.


Manajemen memproyeksi, dua pabrik PKS baru akan rampung di tahun ini. Dua pabrik baru itu di Sumatera Selatan berkapasitas 45 ton per jam. Dan, Kalimantan Timur berkapasitas 80 ton per jam. Dua pabrik akan menelan investasi masing-masing Rp 160 miliar dan Rp 200 miliar.

Sementara penanaman baru membutuhkan Rp 1,2 triliun. Saat ini, INDF memiliki 21 pabrik PKS dengan kapasitas rata-rata 900 ton per jam.Sepanjang kuartal I, INDF telah menyerap 13% dari dana belanja modal setara Rp 910 miliar. "Belanja modal akan banyak terserap pada kuartal dua dan tiga," jelas Paulus.

Indofood juga akan mengakuisisi produk baru. Nantinya, akan menggunakan kas dan pinjaman bank.

Rapat Umum Pemegang Saham INDF membagikan dividen Rp 185 dengan total Rp 1,63 triliun. Pembayaran pada 2 Agustus 2013. Sementara, ICBP akan membagikan Rp 186 setara Rp 1,08 triliun. Artinya, INDF dan ICBP membagi 50% laba bersih di 2012. yang juga mencerminkan rasio laba bersih sebesar 50%.

Pada perdagangan Rabu (29/5) saham INDF ditutup turun 1,34% di harga Rp 7350 per saham. Sementara ICBP menurun 0,39% menjadi Rp 12.650 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana