KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana belanja negara pada kuartal I-2026 yang diperkirakan menembus Rp 809 triliun, naik sekitar 23% dibandingkan periode sebelumnya, dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan dengan kucuran belanja tersebut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa berada pada kisaran 5,5% hingga 6%. Namun, sejumlah ekonom memberikan pandangan berbeda terkait proyeksi tersebut. Teuku Riefky, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, menilai lonjakan pertumbuhan hingga 6% sulit tercapai hanya dengan mengandalkan belanja atau insentif fiskal semata.
Belanja Negara Kuartal I-2026 Capai Rp809 Triliun, Potensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana belanja negara pada kuartal I-2026 yang diperkirakan menembus Rp 809 triliun, naik sekitar 23% dibandingkan periode sebelumnya, dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan dengan kucuran belanja tersebut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa berada pada kisaran 5,5% hingga 6%. Namun, sejumlah ekonom memberikan pandangan berbeda terkait proyeksi tersebut. Teuku Riefky, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, menilai lonjakan pertumbuhan hingga 6% sulit tercapai hanya dengan mengandalkan belanja atau insentif fiskal semata.
TAG:
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Purbaya Yudhi Sadewa
- pertumbuhan ekonomi
- daya beli masyarakat
- Stimulus Fiskal
- Belanja Negara
- Inflasi Indonesia
- Faisal Rachman
- Teuku Riefky
- Proyeksi Ekonomi Indonesia
- Belanja Negara 2026
- kebijakan ekonomi Indonesia
- Ekonomi Q1 2026
- Reformasi Struktural Ekonomi
- Prediksi Ekonom