Belanja Pemerintah Melonjak 52,6%, Tembus Rp 1.059 Triliun hingga Mei 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Belanja pemerintah pusat tembus Rp 1.059,3 triliun hingga Mei 2026, melonjak 52,6% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi tersebut setara 33,6% dari pagu APBN tahun ini.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp 694,2 triliun atau 25,7% dari pagu APBN 2025.

Dari total realisasi belanja Mei 2026 tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp 517,7 triliun atau tumbuh 58,9% yoy. Sementara itu, belanja non-K/L mencapai Rp 541,6 triliun atau meningkat 47% yoy.


Secara rinci, belanja pegawai terealisasi sebesar Rp 155,1 triliun atau tumbuh 25,2% yoy. Kemudian, belanja barang mencapai Rp 209,3 triliun atau melonjak 114,9% yoy.

Adapun belanja modal mencapai Rp 81,6 triliun atau tumbuh 46,8% yoy, sedangkan belanja bantuan sosial (bansos) mencapai Rp 71,7 triliun atau meningkat 46,9% yoy.

Baca Juga: Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5% Sepanjang 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan percepatan belanja tersebut sengaja dilakukan pemerintah agar dana APBN lebih cepat mengalir ke perekonomian dan memberikan dampak yang lebih merata sepanjang tahun.

"Jadi uang yang masuk ke ekonomi memang banyak dan lebih banyak dibandingkan tahun lalu, lebih cepat karena kita ingin belanja terjadi merata sepanjang tahun, tidak hanya di triwulan keempat saja," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6).

Menurut Purbaya, strategi tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan belanja negara dapat dieksekusi tepat waktu dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia menyoroti tingginya pertumbuhan belanja barang dan belanja modal yang secara total mendekati Rp 300 triliun. Kedua pos tersebut dinilai memiliki efek pengganda yang besar terhadap aktivitas ekonomi.

"Ini menunjukkan strategi Bapak Presiden untuk memastikan belanja tepat waktu dan tepat sasaran serta berdampak kepada perekonomian. Anda lihat, belanja barang dan belanja modal tumbuhnya kencang dan jumlahnya cukup besar," katanya.

Baca Juga: Purbaya Klaim Ekonomi Membaik Tercermin Dari Peneriman Pajak Mei Naik 22,1% YoY

Purbaya juga menegaskan pemerintah berupaya memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan melalui APBN dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal, sekaligus memperkuat kualitas belanja negara.

"Ini strategi pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden untuk memastikan uang pemerintah, setiap rupiah yang dibelanjakan itu berdampak positif kepada perekonomian, tepat waktu, dan tepat sasaran," ujarnya.

Meski demikian, Purbaya mengakui tantangan dalam menjaga efektivitas penggunaan anggaran tetap ada. Untuk itu, menurutnya, pemerintah terus memperkuat pengawasan agar potensi kebocoran anggaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Kita usahakan kebocorannya sesedikit mungkin," kata Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News