Belanja Produk Lokal Kementerian PUPR Tembus Rp 80,48 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan anggaran belanjanya untuk produk lokal melebihi Rp 80,48 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen penuh terhadap program gerakan nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Alokasi anggaran yang digelontorkan tersebut, diambil dari total pagu anggaran Kementerian PUPR pada 2022 sekitar Rp 100,5 triliun.

"Monitoring per 25 Mei 2022, angka itu sudah terlampaui," kata Sekretaris Jenderal  Kementerian PUPR, Moh Zainal Fatah dalam keterangannya, Senin (30/5).


Zainal hadir dalam pembukaan pembukaan Business Matching Tahap III untuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 30 Mei 2022.

Sebagai salah satu kementerian yang memiliki anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur, Zainal mengatakan, Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi produk lokal pada 2022.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan 7 Hasil Rapat KNEKS, Bergerak Cepat Wujudkan Ekonomi Syariah

Hal ini tentu akan mampu meningkatkan pergerakan ekonomi hingga kesejahteraan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sehingga, berdampak positif terhadap ketahanan perekonomian Indonesia.

"Setiap sen anggaran yang dialokasi pemerintah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat dan berdampak para perekonomian Indonesia," kata Zainal.

Untuk mengoptimalkan penyerapan alokasi anggaran pelaku UMKM tersebut, Kementerian PUPR akan melakukan pengawasan yang ketat. Setiap unit kerja yang berada di lingkungan kerjanya dapat menggunakan produk lokal dalam melakukan pelayanan kepada publik.

Melalui platform e-monitoring, setiap satuan kerja PUPR dipantau secara mendetail berkaitan dengan penggunaan produk dalam negeri. Jadi, pengadaan barang dan jasa dapat dipastikan menggunakan produk lokal.  

"Mengoptimalkan fungsi e-monitoring yang tidak untuk memastikan produksi dalam negeri memang betul-betul kita gunakan," kata Zainal.

Begitu besar potensinya terhadap perekonomian dalam negeri, maka Kementerian PUPR mengajak kepada para seluruh pemangku kepentingan seperti instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dapat menggelontorkan anggaran bagi produk dalam negeri.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, yakni mengalokasikan anggaran sebanyak 40% dari anggaran yang dimiliki untuk disalurkan kepada produk UMKM. Jadi, total anggaran yang berpotensi diberikan kepada pelaku UMKM lokal dapat mencapai sekitar Rp 400 triliun.

Baca Juga: Kementerian PUPR Lakukan Tanggap Darurat Pasca Banjir Rob di Pantai Utara Jawa

Dengan gelontoran anggaran dari seluruh instansi pemerintah pusat, akan dapat menstimulus pertumbuhan perekonomian sekitar 1,1%. Kemudian, dari anggaran yang digelontorkan oleh perusahaan milik negara (BUMN) dapat menstimulus sekitar 0,4%

Diharapkan, dengan anggaran masif itu, akan membuat Indonesia bergerak maju dalam penggunaan produk lokal UMKM. Pasalnya, banyak peluang-peluang yang mampu dioptimalkan menjadi pundi-pundi keuntungan bagi para pelaku UMKM untuk ekonomi negara.

"Memberi kesempatan dan peluang yang lebih baik kepada pelaku UMKM penghasil produk dalam negeri," pungkas Zainal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari