JAKARTA. Pelaksanaan layanan pertukaran data antarinstansi dalam satu atap di pelabuhan dalam program Indonesia National Single Window (INSW) masih jauh panggang dari api. Kini, pemerintah terus berbenah agar mimpi layanan data cepat di pelabuhan bisa terlaksana. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, telah memanggil 18 instansi yang terlibat dalam arus keluar masuk barang di pelabuhan. "Semua instansi komitmennya baik, tapi yang perlu ditindaklanjuti adalah ketersediaan infrastruktur yang menunjang," ungkapnya Selasa (7/2) malam lalu. Ambil contoh, untuk bisa mendukung sistem INSW, masing-masing lembaga perlu memiliki infrastruktur pendukung, seperti perangkat komputer dan jaringan untuk memperlancar pertukaran serta pengiriman dokumen. Selain itu, perlu sumber daya manusia (SDM) alias pegawai yang bertanggung jawab penuh atas sistem INSW.
Belum sesuai harapan, pemerintah perbaiki INSW
JAKARTA. Pelaksanaan layanan pertukaran data antarinstansi dalam satu atap di pelabuhan dalam program Indonesia National Single Window (INSW) masih jauh panggang dari api. Kini, pemerintah terus berbenah agar mimpi layanan data cepat di pelabuhan bisa terlaksana. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, telah memanggil 18 instansi yang terlibat dalam arus keluar masuk barang di pelabuhan. "Semua instansi komitmennya baik, tapi yang perlu ditindaklanjuti adalah ketersediaan infrastruktur yang menunjang," ungkapnya Selasa (7/2) malam lalu. Ambil contoh, untuk bisa mendukung sistem INSW, masing-masing lembaga perlu memiliki infrastruktur pendukung, seperti perangkat komputer dan jaringan untuk memperlancar pertukaran serta pengiriman dokumen. Selain itu, perlu sumber daya manusia (SDM) alias pegawai yang bertanggung jawab penuh atas sistem INSW.